Langit7, Jakarta - Lembaga Wakaf Majelis Ulama Indonesia (LW MUI) terus mendukung upaya Indonesia menjadi penguasa industri halal global. Upaya itu diwujudkan melalui UMKM Halal Hub.
Sekretaris Lembaga Wakaf MUI, Guntur Subagja Mahardika menjelaskan, UMKM Halal Hub melakukan kurasi produk halal pelaku UMK. Dalam hal ini produk UMK akan didampingi dan dibantu pengemasan, serta penjualan, baik lokal, nasional, hingga ekspor.
Baca juga: SPBU GONTOR ke-2 Mlarak-Ponorogo, Badan Usaha untuk KeberkahanProgram UMKM Halal Hub merupakan tindak lanjut dari Gerakan Nasional Wakaf Uang yang diresmikan Presiden Joko Widodo dan Wapres KH Maruf Amin.
"LW MUI berkolaborasi dengan Bank Indonesia yang didukung KNEKS,
Asosiasi Platform Digital Ekspor (PD Expor), dan Goorita untuk menjadi agregator produk UMKM hingga pasar ekspor," kata dia dalam keterangannya, Rabu (19/1).
UMKM Halal Hub LW MUI, jelas Guntur, dibangun di Kawasan Industri Halal
Safe and Lock atau dikenal dengan nama Halal Industrial Park Sidoarjo (HIPS) Jawa Timur.
Baca juga: Penambahan LPH Dorong Pelaku Usaha Dapatkan Sertifikasi HalalSebagai informasi, Lembaga Wakaf MUI membeli gedung tersebut menggunakan dana wakaf uang dan wakaf produktif dengan pembayaran bertahap kepada
developer. Sementara itu, mesin peralatan packaging untuk tahap pertama mendapat bantuan PSBI (Program Sosial Bank Indonesia/CSR).
“Nilai Rumah Kemasan UMKM Halal LW MUI sekitar Rp5,5 miliar. Terdiri dari Gedung sekitar Rp1,5 miliar dan mesin/peralatan berstandar produk ekspor senilai Rp3,7 miliar,” ungkapnya.
Untuk itu, Guntur mengajak para wakif dan donatur agar bisa berpartisipasi membantu pelaku UMK untuk naik kelas, salah satunya melalui program wakaf produktif LW MUI.
Baca juga: Kerja Sama Indonesia-Meksiko, Tingkatkan Perdagangan Produk Halal(zul)