LANGIT7.ID-Jakarta; Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) dan NU CARE LAZISNU PBNU meluncurkan program pemberdayaan ekonomi umat berbasis UMKM. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat di 4 wilayah, yaitu Serang (Banten), Indramayu (Jawa Barat), Jember (Jawa Timur), dan Pringsewu (Lampung).
Wakil Ketua BAZNAS RI Dr. H. Zainut Tauhid Sa'adi, M.Si., mengapresiasi kolaborasi program pengentasan kemiskinan antara BAZNAS dan PBNU. Zainut berharap, program ini benar-benar memberikan manfaat kepada para mustahik di kantong-oantong kemiskinan yang menjadi sasaran program kerja sama ini.
“Mudah-mudahan momentum yang baik ini menjadikan ikhtiar kita untuk lebih memperkuat memberdayakan ekonomi umat yang lebih baik,” ujar Zainut di kantor PBNU, dikutip Senin (25/5/2026).
Menurut Zainut, program ini bukan sekedar bantuan sosial biasa, melainkan sebuah strategi untuk merancang program dengan sasaran yang lebih spesifik. Sasarannya yaitu wilayah kantong-kantong kemiskinan, lingkungan pesantren, serta wilayah yang rentan terhadap paham radikalisme.
“Kami percaya melalui sentuhan intervensi berupa kemandirian ekonomi yang lebih baik, kita dapat membentengi umat dari hal-hal negatif yang tidak kita inginkan,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi II BAZNAS RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan, Dr. KH. M. Imdadun Rahmat, M.Si., menyebutkan, anggaran yang dialokasikan dalam program ini mencapai Rp2,6 miliar, di mana Rp2 miliar bersumber dari dana BAZNAS RI, sedangkan Rp600 juta disalurkan oleh LAZISNU.
Selama program ini, lanjut Imdadud, para mustahik UMKM akan mendapatkan pelatihan dan bantuan modal untuk meningkatkan jenis usaha-usaha mereka. Mereka juga akan mendapatkan pendampingan selama 2 tahun, setelahnya, ia berharap, UMKM sudah bisa mandiri dan berkembang lebih baik lagi.
Imdadun menambahkan, kerja sama dengan LAZISNU memiliki keunggulan geografis dan sosiologis yang sangat kuat untuk menyukseskan program pengentasan kemiskinan di tingkat akar rumput.
“Kaum Nahdliyin merupakan mayoritas umat Islam di Indonesia yang sebagian besar dari mereka berdomisili di wilayah pedesaan dan berada pada klaster ekonomi kelas menengah ke bawah, sehingga intervensi ini dipastikan sangat tepat sasaran," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Direktur Eksekutif NU Care-LAZISNU, Riri Khariroh, M.A., menuturkan, program ini merupakan hasil kerja sama LAZISNU dan BAZNAS dalam memanfaatkan dana zakat, infak, sedekah (ZIS) untuk dikembalikan kepada umat dalam bentuk program UMKM.
Program ini akan menyasar 200 pelaku UMKM sebagai penerima manfaat di empat wilayah terpilih tersebut, dengan fokus pada sektor kuliner, khususnya makanan dan minuman.
"Wilayah-wilayah ini dipilih karena memiliki tingkat kemiskinan yang cukup tinggi dan banyak UMKM yang perlu dibantu," tambah Riri.
Program ini juga akan melibatkan struktur NU di level setempat dan lembaga-lembaga NU lainnya untuk memastikan partisipasi masyarakat dan meningkatkan efektivitas program.
"Kami berharap program ini dapat menjadi best practice kerja sama antara LAZISNU dan BAZNAS, dan dapat meningkatkan jumlah Muzaki di wilayah tersebut," kata Riri.
(lam)