LANGIT7.ID, Denpasar - PT Liga Indonesia Baru (LIB) akhirnya merespons soal perbedaan hasil tes PCR para pemain Persebaya Surabaya.
Diketahui, PT LIB melarang sejumlah pemain Persebaya seperti Taisei Marukawa, Bruno Moriera, Alwi Slamat, Satria Tama dan Ricky Kambuaya, karena diketahui positif Covid-19 pada Minggu (6/2) pagi.
Hari itu pula, manajemen berinisiatif melakukan swab PCR antigen mandiri kepada para pemain pada Minggu (6/2) pukul 16.50 WIB. Hasilnya, Taisei Marukawa, Bruno Moriera, Alwi Slamat, Satria Tama, dan Ricky Kambuaya ternyata negatif. Namun, mengacu pada hasil tes PCR PT LIB, mereka yang negatif tetap tidak diperkenankan untuk bertanding.
Baca juga:
Kronologi Perbedaan Tes PCR Mandiri Persebaya dan PT LIBMenanggapi hal tersebut, Direktur Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB) Sudjarno menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan tes PCR kepada Persebaya pada Sabtu (5/2) sore, dan hasilnya keluar pada Minggu (6/2) pagi. Hasil tes PCR itulah yang menjadi dasar untuk pertandingan Persebaya vs Persipura pada malam harinya.
“Hasil tes yang kami lakukan pada sekitar 13 nama dari Persebaya yang positif terpapar Covid-19. Mereka terdiri dari pemain dan ofisial. Nama-nama yang positif itu pun tidak kami izinkan untuk berada di stadion saat pertandingan Persebaya versus Persipura. Mereka juga harus mendapatkan penanganan medis yang semestinya,” kata Sudjarno dikutip Senin (7/2).
“Pada prinsipnya PCR mandiri bagian dari penerapan prokes yang ketat oleh setiap klub. PCR dijadikan rujukan adalah yang disiapkan operator, yaitu kolaborasi Labkes Provinsi Bali dan Kimia Farma,” imbuhnya.
Tidak masuknya nama-nama pemain yang terpapar Covid-19 ke dalam daftar nama pemain yang diizinkan untuk menghadapi Persipura, sudah sesuai dengan regulasi BRI Liga 1 2021/2022 pada pasal 52 yang mengatur tentang hasil tes covid dan eligibilitas.
Baca juga:
Persebaya Pertanyakan Perbedaan Hasil Swab PCRPada pasal 52 dipaparkan dengan jelas bahwa PSSI dan LIB membentuk Satgas Covid-19 sebagai otoritas yang memiliki kompetensi, berwenang untuk mencatat, mendistribusikan dan memutuskan segala hal yang dianggap perlu terkait informasi hasil swab test antigen.
“Jadi keputusan yang diambil tentang pemain yang diizinkan turun pada satu pertandingan, murni berdasarkan hasil tes PCR yang sudah kami lakukan sebelumnya,” ungkapnya.
Terkait manajemen Persebaya yang melakukan tes mandiri, kata Sudjarno, harusnya bisa dikomunikasikan dengan PT LIB atau Satgas terkait terlebih dulu. Dengan begitu, hasil tes ulang bisa diketahui bersama dan diambil keputusan yang diketahui dan dipertanggungjawabkan secara bersama pula.
Sebelumnya ada kasus pada dua klub Liga 1 yang sama dengan Persebaya. Ada yang melakukan tes PCR ulang pada pagi dan sore harinya hasilnya sudah keluar. Pada beberapa nama, tes pada sehari sebelumnya menunjukkan positif dan setelah dilakukan tes ulang, hasilnya ada yang negatif.
“Pemain yang negatif itu bisa diturunkan pada malam harinya. Ingat pada daftar susunan pemain bisa berubah 90 menit sebelum pertandingan,” ucapnya.
Tentunya, perubahan itu bisa dilakukan setelah berkomunikasi dengan PT LIB dan sudah dicek eligibilitasnya oleh PT LIB. Jika kemudian hasil tiap lab berbeda-beda, PT LIB tidak memperdebatkan hasil karena dari sisi medis, yang bisa menganalisis hal tersebut adalah official PCR PT LIB.
(sof)