LANGIT7.ID, Denpasar - Asisten Pelatih Persebaya Surabaya Mustaqim angkat bicara usai timnya dikalahkan oleh Persipura Jayapura dengan skor 0-2 di pekan ke-23, pada Minggu (6/2) malam. Persebaya harus mengakui keunggulan dari Mutiara Hitam karena beberapa pemain kunci aben akibat positif Covid-19.
Samsul Arif Munip dan M Hidayat sebelumnya pada Sabtu (5/2) malam dinyatakan positif dari tes PCR oleh PT Liga Indonsia Baru (LIB), tapi pada Minggu (6/2) pagi ditetapkan negatif.
“Akhirnya kami memainkan pemain yang negatif dan pemain-pemain muda Persebaya. Okelah kami kalah tidak apa-apa, tapi tidak dengan cara seperti ini,” kata Mustaqim, seusai pertandingan.
Dikatakan, sejumlah pilar Persebaya seperti Taisei Marukawan dan Bruno Moriera juga tidak bisa tampil dalam pertandingan tersebut karena ada masalah dengan swab PCR yang positif. Taisei dan Bruno dinyatakan positif pada Sabtu (5/2/2022) malam.
Baca juga:
Aji Santoso Minta Regulasi Batasan 14 Pemain DievaluasiPemain-pemain tersebut sebelumnya terlihat segar bugar, tidak ada yang berubah dan bahkan sudah ikut official training. Persebaya pun sebenarnya sudah menyiapkan skema pemain yang akan diturunkan. Gara-gara swab PCR positif, semuanya jadi kacau.
Menurutnya, ada yang janggal dari hasi swab PCR yang dilakukan oleh PT Liga Indonesia Baru. Jika dari hasil tes swab PCR beberapa pemain Persebaya dinyatakan positif pada Sabtu (5/2) malam, tapi setelah dilakukan perbandingan swab PCR hasilnya negatif.
“Kita lakukan PCR mandiri. Dan ternyata pemain negatif. Ini perlu dikaji ulang. Kalau yang menentukan bisa main di lapangan bukan pelatih, hasil PCR ini kami sangat dirugikan,” kata Mustaqim.
Akibat kekurangan pemain, Persebaya terpaksa memainkan para pemain muda. Bahkan, ada beberapa pemain yang belum pernah sekalipun bermain di kompetisi amatir Liga 3. Hal ini membuat mental pemain tidak bisa maksimal jika terpaksa bertanding di Liga 1.
Baca juga:
12 Permain Terpapar Covid-19, PSIS Mampu Imbangi Persik Kediri“Ruy Arianto, tiba-tiba masuk dalam line-up. Dia juga kaget. Pelatih Aji Santoso tidak bisa bersama tim juga berpengaruh kepada tim, karena coach Aji bisa membesarkan hati pemain,” kata Mustaqim.
Meski demikian, pemain Persebaya sudah berjuang sekuat tenaga dan menciptakan beberapa peluang. Meskipun, semua yang direncanakan semua berubah. Bahkan, semua pemain bertnding tidak dalam posisi aslinya.
Terpisah, Media Officer Persebaya, Angkasa saat dihubungi terpisah membenarkan jika ada perbedaan hasil tes usap, antara PT LIB dengan pihak Persebaya sendiri.
“Untuk nama-nama pemain yang negatif dari tes usap mandiri, kita akan rilis berikutnya. Yang pasti, yang dikatakan coach Taqim benar,” kata Angkasa.
(sof)