LANGIT7.ID - Sekitar 30 menit berkendara dari pusat kota Moskow ada studio desainer fesyen muslim. Sulit menduga, sebab lokasinya berada dalam gedung bekas pabrik era Stalin yang terlihat suram macam reruntuhan pascabencana.
Di situ sang desainer, Asiya Bareeva merancang busana dengan mengombinasikan bahan tekstil aneka tekstur dan warna. Studio itu seperti oase kecil bagi lingkungan sekitar.
Aisiya mengumpulkan berbagai jenis tekstil seperti brokat dan tenun lawas. Beberapa dibelinya dari pasar loak dan sejumah lain adalah peninggalan neneknya.
Bareeva mulai mendesain sejak 2013 setelah lulus universitas dari jurusan teknologi tekstil. Sejak itu ia memiliki koneksi luas dengan sumber pemasok bahan baku tekstil vintage baik di pasar tradsional maupun kerabatnya.
Pilihannya untuk memanfaatkan kain lama berkualitas didasarkan prinsip ramah lingkungan. "Sudah terlalu banyak kain di dunia," ujarnya seperti dikutip
Vogue. "Kita seharusnya tidak memproduksi lagi, kita sudah cukup dengan itu," imbuhnya.
![Desiner Muslim Bawa Balutan Kesantunan ke Mode Rusia]()
Keyakinannya terhadap Islam dan ajarannya mempengaruhi keputusannya berbusana. Seluruhnya menutup tubuh, hanya saja desainnya dibuat berlapis.
Berdarah Tatar, Bareeva mengaku dibesarkan di keluarga yang tak terlalu religius. Perjalanannya ke tanah suci Makkah beberapa tahun lalu menjadi titik baliknya, mendorongnya berupaya taat menjalani perintah Islam.
Desain Aisiya bernada eklektik, tabrak warna, tabrak tekstur dan gaya. Aura jalanan seperti jaket bomber dan anorak (jaket musim dingin dari kulit) misal ,dipadukan dengan renda, brokat dan satin. Terobosan tersebut diterima khalayak luas, tak hanya komunitas muslim.
Busana kaya detail dengan teknik jahitan rumit menempatkan Aisiya di barisan depan desainer Rusia. Karya-karyanya pernah tampil sejumlah ajang fesyen bergengsi, salah satunya Mercedez-Benz Fashion Week Russia untuk koleksi Musim Gugur 2019-2010.
![Desiner Muslim Bawa Balutan Kesantunan ke Mode Rusia]()
Namun saat ini ia mengaku tak ingin mengulang kerumitan pada desainnya terdahulu. "Saya melakukan banyak hal dan dengan cara tak sederhana," ungkapnya.
Ia ingin mengambil jeda dari mendesain busana dan mencoba berkreasi dengan keramik untuk membantunya lebih memahami keheningan.
Dalam tampilannya terkini, Aisiya mengenakan jaket puffer memikat dari beberapa jenis kain, brokat, satin dan melange yang disatukan dengan teknik
patchwork. Dibaliknya ia memakai rok polos minimalis dan atasan lengan panjang. Sebuah simbol perubahan terkini dalam desainnya sekaligus perjalanan spiritualnya untuk lebih sederhana.
![Desiner Muslim Bawa Balutan Kesantunan ke Mode Rusia]()
(arp)