Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Cerita Ganda Campuran Jepang Kalahkan Musuh Bebuyutan dari Cina

fajar adhitya Selasa, 27 Juli 2021 - 08:25 WIB
Cerita Ganda Campuran Jepang Kalahkan Musuh Bebuyutan dari Cina
Ganda campuran Jepang Jun Mizutani dan Mima Ito mendapat medali emas. (Foto: Antara).
LANGIT7.ID, Jakarta - Ganda campuran Jepang Jun Mizutani dan Mima Ito menumbangkan pasangan Cina Xu Xin dan Liu Shiwen. Keduanya mempersembahkan medali emas ganda campuran tenis meja pertamanya dalam Olimpiade.

Bagi Mizutani, ini adalah medali Olimpiade ketiganya. Sementara bagi Ito merupakan medali kedua sejak Olimpiade Rio. Namun baru kali ini mereka merebut medali emas dan sekaligus pemain non-Cina pertama yang merebut emas nomor ini sejak 2004.

Petenis meja Jepang berusia 32 tahun itu memeluk rekan senegaranya saat merebut gelar ini, namun pelukan itu saking kuatnya sampai Ito mendorongnya sambil berkata "sakit".

Xu yang berperingkat 2 dunia putra dan Liu yang juara dunia memimpin setelah dua permainan pertama tetapi Mizutani dan Ito bangkit guna memenangkan gim ketiga.

Bagi Mizutani dan Ito yang berperingkat kedua di dunia pada bagian putri dan keduanya berasal dari kampung halaman sama sehingga sudah saling kenal sejak kecil, kemenangan 4-3 atas Xu dan Liu itu dianggap sebagai balas dendam yang manis.

Mereka kalah dari pasangan China itu dalam final ganda campuran Grand Final Tur Dunia ITTF dan Tur Dunia Swedia Terbuka 2019 ditambah Tur Dunia Jerman Terbuka satu tahun kemudian.

"Kami berkali-kali kalah melawan Cina dalam Olimpiade dan kejuaraan dunia, tetapi kami mampu membalas semua itu pada Olimpiade Tokyo," kata Mizutani.

"Saya merasa bagaikan dalam mimpi, betapa bahagianya saya," sambung dia seperti dikutip Reuters.

Cina sejak lama memiliki reputasi sebagai penguasa tenis meja dunia dengan memenangkan 28 dari 32 medali emas yang diberikan sejak tenis meja mulai dilombakan dalam Olimpiade 1988, termasuk delapan gelar tunggal putri.

Xu dan Liu yang diam-diam memasukkan medali perak ke dalam saku mereka begitu menuruni podium, menyebut kekalahan mereka "tak dapat diterima".

"Saya sulit menerimanya," kata Liu pada konferensi pers setelah kekalahan itu. "Saya minta maaf kepada tim saya."

"Saya tahu semua penggemar memiliki harapan tinggi terhadap final ini," tambah Xu.

"Tak masalah apa yang terjadi sebelum final, orang hanya akan mengingat siapa juaranya dan siapa yang berdiri di puncak podium. Saya kira bagi tim hasil ini tak bisa diterima."

Sumber: Antaranews

(bal)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)