5 Film Olah Raga Seru Ditonton bareng Momen Olimpiade 2020
Dwitisya Rizky DesindatikaSelasa, 27 Juli 2021 - 12:35 WIB
Poster film Invictus. Foto: Istimewa
LANGIT7.ID - Pesta olahraga bergengsi empat tahunan, Olimpiade kembali hadir. Bertuan rumah Tokyo, Jepang, perhelatan yang diikuti 200 negara ini berlangsung pada 21 Juli hingga 8 Agustus 2021.
Olimpiade Tokyo 2020 lebih istimewa. Pertama ia harus mengalami penundaan setahun karena pandemi Covid 19. Kedua atlet harus berjuang tanpa dukungan langsung supporter. Tidak ada gegap gempita dalam arena pertandingan.
Penggemar hanya bisa menonton siaran cabang olahraga (cabor) dan atlet kesayangan dari tayangan tv atau online dari rumah masing-masing. Bukan masalah besar.
Mumpung dalam hawa Olimpiade 2020, lebih seru bila menonton film bertema olah raga inspiratif di sela-sela menikmati pertandingan cabor favorit. Berikut daftar film bertema olah raga inspiratif yang sayang dilewatkan.
Eddie The Eagle (2016)
Film tema olah raga produksi Inggris-Amerika ini bergenre komedi. Dibintangi oleh Taron Egerton dan Hugh Jackman, bercerita tentang kisah nyata Michael “Eddie” Edwards yang bermimpi menjadi atlet Olimpiade di tengah keterbatasan kondisi kakinya.
Pantang menyerah Eddie mencoba berbagai bidang olah raga hingga ia menemukan panggilan kuat lewat kegiatan ski lompat indah. Dengan bantuan seorang pelatih eksentrik dan karismatik yang diperankan Hugh Jackman, Eddie mewujudkan mimpi dan mencatatkan sejarah di Olimpiade Musim Dingin Calgary 1988.
Invictus (2009)
Film biografi karya sutradara Clint Eastwood ini diangkat dari buku karya John Carlin yang berjudul "Playing the Enemy: Nelson Mandela and the Game That Made a Nation". Kisah ini menuturkan peristiwa-peristiwa yang terjadi di Afrika Selatan sebelum dan selama berlangsungnya Piala Dunia Rugbi 1995, setelah kekuasaan apartheid tumbang di negara itu.
Film ini dibintangi oleh Morgan Freeman dan Matt Damon. Didukung Presiden baru Nelson Mandela, tim nasional Rugbi Afrika Selatan mencoba menjembatani warga kulit putih dan kulit hitam di negara yang baru menjalani rekonsiliasi. Dalam upanya, tim nasional menginspirasi berjuang bersama atas nama Afrika Selatan sebagai tuan rumah Piala Dunia Rugbi 1995.
Susi Susanti: Love All (2019)
Ini adalah film debut Sim F sebagai sutradara film panjang dan Daniel Mananta sebagai produser. Dibintangi oleh Laura Basuki sebagai Susi Susanti dan Dion Wiyoko sebagai Alan Budikusuma, film ini bercerita tentang mega bintang bulutangkis Indonesia Susi Susanti.
Alur cerita dimulai dari tumbuhnya kecintaan Susi pada olah raga raket ini pada usia 14 tahun hingga berkembang menjadi atlet paling dicintai di Indonesia. Klimaks film ini ialah perjuangan Susi meraih piala Thomas dan Uber tahun 1998 sekaligus persembahan terakhir untuk Indonesia sebelum gantung sepatu. Film ini tayang di bioskop pada 24 Oktober 2019
3 Srikandi (2016)
Film biopik karya sutradara Iman Brotoseno ini menceritakan perjuangan atlet Indonesia cabang olah raga panahan dari titik kritis saat persiapan mengikuti Olimpiade Musim Panas 1988 di Seoul. Donald Pandiangan (Reza Rahardian) adalah harapan satu-satunya yang bisa diandalkan untuk melatih tim panahan wanita agar siap mengikuti kejuaraan.
Donald adalah mantan atlet panahan yang masih merasa terpukul karena gagal mwakili Indonesia dan mengukir prestasi di Olimpiade 1980 sebab alasan politis. Sambil melawan keterpurukannya Donald terus didorong mempersiapkan sejarah baru dalam cabang olah raga panahan. Selain pelatih, tim pun harus terdiri atlet wanita terbaik. Mereka adalah Nurfitriyana (Bunga Citra Lestari), Lilies (Chelsea Islan) dan Kusuma (Tara Basro).
Garuda di Dadaku (2009)
Film Indonesia ini dirilis pada tanggal 18 Juni 2009 dan disutradarai oleh Ifa Isfansyah berdasarkan novel "Mimpi Sang Garuda" karya Benny Rhamdani. Sederet bintang top seperti Maudy Koesnaedi, Ramzi, Ari Sihasale, dan Marsha Aruan turut membintangi film yang tembus 1,2 juta penonton ini.
Garuda di Dadaku mengisahkan Bayu, siswa kelas 6 SD yang harus kecewa lantaran cita-citanya sebagai atlet sepak bola tak direstui sang kakek. Bagi kakek, pemain sepak bola tidak memiliki masa depan yang cerah.
Tak mendapat dukungan, Bayu malah semakin termotivasi dan membuktikan kemampuannya untuk bisa menjadi pemain Timnas Indonesia U-13
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”