Dwitisya Rizky DesindatikaRabu, 28 Juli 2021 - 22:17 WIB
ilustrasi (foto: pexels)
LANGIT7.ID - Hama tanaman kerap membuat kesal karena dapat merusak tanaman hias. Hama ini merusak tanaman dengan cara memakan beberapa bagian seperti daun dan bunga sehingga menghambat pertumbuhan bahkan lambat laun membuat tanaman mati.
Hama dan penyakit bisa menyerang tanaman karena beberapa faktor. Megutip pertanianku, faktor tersebut meliputi anomali musim, penggunaan pestisida yang salah, media kurang tanam yang kurang tepat.
Antien Ester Savitri Trilaksono, pecinta tanaman hias dan penggiat lingkungan dalam Kanal Youtube Rumah Sopan berbagi tips untuk melakukan pencegahan dan pemulihan tanaman yang diserang hama.
Mengganti media tanam
Antien menyarankan hindari penggunaan menggunakan tanah sebagai media tanam pada tanaman hias. Hal ini karena telur cacing bisa tumbuh dalam tanah, dan cacing merupakan salah satu hama bagi tanaman hias. Sebaiknya media tanam diganti dengan media sekam bakar, atau cocopeat yang sudah difermentasi.
Pemangkasan
Pemangkasan dilakukan pada beberapa bagian yang terkena hama sebelum menyebar lebih ke bagian-bagian lainnya.
Menggunakan tanaman dengan bau menyengat
Metode ini termasuk pemulihan dengan bahan organik. Menggunakan tanaman-tanaman yang bau menyengat seperti daun sirih, sereh yang dihaluskan, lalu direbus. Kemudian air rebusan difermentasi menggunakan bio aktivator selama 2-3 hari, baru kemudian disemprotkan ke bagian yang terserang hama.
Selain itu bisa juga menggunakan air bawang putih yang diblender kemudian disemprotkan ke tanaman. Antien juga memiliki satu andalan bahan organik yang menurutnya cukup ampuh mengusir hama yaitu menggunakan jengkol.
“Jengkol sebetulnya manjur banget mengusir jengkol, hanya kekurangannya baunya tidak hanya menyengat bagi tanaman, tapi satu rumah juga jadi kebauan jengkol,” tutur Antien seraya bercanda.
Kelebihan penggunaan bahan organik adalah, sebanyak apapun yang digunakan untuk mengobati hama, tidak akan merusak tanaman tersebut. foto: pexels
Menggunakan pestisida
Jurus berikutnya adalah penggunaan bahan kimia seperti pestisida. Penggunaan ini dilakukan saat serangan hama sudah tidak terkendali.
“Kita pakai (obat) kimia juga gak apa-apa, obat disemprotkan langsung ke tanaman,” jelas Antien.
Pestisida disemprotkan sesuai takaran yang tepat dan sesuai. “Pada kemasannya biasanya ada tata cara penggunaannya, jadi kita gak boleh semaunya sendiri,” lanjutnya.
Pisahkan tanaman
Apabila tanaman sudah terlanjur terserang hama, segera pisahkan dari tanaman lain yang masih sehat. Karena penyakit tanaman terutama yang disebabkan hama juga bisa menularkan ke tanaman lain.