LANGIT7.ID - , Jakarta - Pernahkan Anda melihat pagar rumah yang terbuat dari tumpukan batu, beton, atau pasir yang ditahan oleh kawat? Benda tersebut diberi nama gabion atau bronjong.
Bagi masyarakat umum, istilah tersebut terdengar asing, namun tidak bagi pelaku infrastruktur yang memahami dan mengenalnya dengan baik. Nah, untuk Anda yang sedang mencari ide pagar rumah yang unik, berikut penjelasan tentang gabion yang dikutip dari akun Twitter @Idedekor, Sabtu (26/3/2022).
Baca juga: Estetis dan Bermanfaat, Ini 5 Jenis Tanaman yang Cocok untuk Pagar RumahGabion merupakan anyaman kawat yang membentuk seperti sangkar pagar atau dinding rumah. Sangkar tersebut diisi dengan bebatuan berukuran kecil hingga besar untuk dijadikan dekorasi eksterior rumah yang menarik dilihat.
"Fungsi lain, gabion juga digunakan sebagai penahan terjadinya erosi, kebisingan hingga ancaman bahaya binatang liar. Tidak hanya itu, ia juga dapat mencegah terjadinya banjir masuk ke dalam rumah," tulis akun tersebut.
Lebih lanjut, gabion juga dapat digunakan sebagai dekorasi eksterior rumah yang cantik, sebagai dinding pembatas rumah hingga sebagai hiasan di tempat umum.
"Terkait kelebihan, gabion ini ramah akan lingkungan, menarik dan anti mainstream," imbuhnya.
Baca juga: Tips Hunian Mixed Design : Padu Padan Interior Modern dan Eksterior KlasikNah, bagi Anda bercita-cita memiliki rumah yang ramah lingkungan maka menggunakan gabion dalam pembuatan dinding-dinding rumah bisa menjadi solusi.
Kemudian, kelebihan lain, gabion juga bisa menjadi penahar banjir yang baik, sebagai alat penahan erosi, tahan lama dan minim perawatan. Di samping itu, gabion bersifat fleksibel dengan kontur tanah dan pemasangan membutuhkan waktu yang relatif lebih cepat.
Seperti diketahui segala sesuatu yang ada di muka bumi ini tidak lah sempurna, tentu memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri.
"Selain kelebihan, gabion juga memiliki kekurangan yakni membutuhkan luas lahan yang relatif besar, dan kawat galvanis tebal sebagai bahan dasar bronjong ternyata memiliki sifat yang tidak tahan terhadap kondisi air yang mengandung kadar garam dan asam tinggi," pungkasnya.
Baca juga: Bangun Hunian Berkah dan Nyaman, Ini 6 Usulan dari Pakar(est)