LANGIT7.ID, Semarang - Sejumlah mahasiswa Universitas PGRI Semarang pada Jumat (30/7) menggelar aksi sosial, di tengah pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 4. Mereka menyambangi Pasar Peterongan, untuk membagikan masker, cairan pembersih tangan atau hand sanitizer, sembilan bahan pokok (sembako) dan selebaran berisi anjuran protokol kesehatan (prokes).
Presiden Mahasiswa Upgris, Muhammad Rizqi Arfanda mengatakan, aksi sosial ini digelar menindaklanjuti pertemuan perwakilan organisasi mahasiswa dengan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo. Dalam pertemuan tersebut, Ganjar meminta agar mahasiswa tidak menggelar demo kepada pemerintah, tapi menggelar aksi nyata untuk membantu pemberantasan COVID-19.
“Mahasiswa perlu turun ke jalan dalam membantu penanganan COVID-19 yang ada di Indonesia,” kata Muhammad Rizqi di sela-sela aksi.
Sementara Muhammad Anwar, koordinator lapangan aksi itu menambahkan, tujuan kegiatan tersebut untuk membantu pemerintah dalam penanganan pandemi. Alasan dipilihnya pasar tradisional karena masih terdapat kerumunan kegiatan jual beli. Pihaknya menemukan beberapa pedagang memakai masker yang sudah usang.
“Harapannya masyarakat bisa lebih terbantu. Kami telah membagikan 100 paket prokes, dan 20 paket sembako,” ucapnya.
Hand sanitizer yang dibagikan kepada para pedagang merupakan hasil karya mahasiswa Upgris jurusan Biologi. Mereka secara mandiri membuat cairan dan gel pembersih tangan di laboratorium kampusnya, dengan dibantu dosen pembimbing.
(jqf)