LANGIT7.ID, Yogyakarta - Sebanyak 43 calon penerbang dan navigator militer, Sekolah Penerbang (Sekbang) dan Sekolah Navigator (Seknav) melaksanakan tradisi penyematan brevet penerbang dan navigator di Apron Baseops Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Rabu pagi (20/4/2022).
Kegiatan ini merupakan rangkaian acara penutupan pendidikan (Tupdik) dan Wing Day Sekbang A-99, Sekbang TNI A-7,dan Seknav A-14.
Tupdik Sekbang dan Sekvan akan dilaksanakan Kamis (21/4/2022) di wisma Jupiter Lanud Adisutjipto, sedangkan Wing Day Jumat (22/4/2022) di Lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto.
KSAU Marsma TNI Fadjar Prasetyo akan memimpin langsung acara Wing Day tersebut.
Baca juga: Parade Pesawat Tempur Meriahkan HUT ke-76 TNI AUKepala penerangan dan perpustakaan (Kapentak) Lanud Adisutjipto Mayor Sus Suprih Andriyanto menjelaskan tradisi penyematan brevet penerbang dan navigator ini diawali dengan pendadakan di Mess Wirambara.
Kemudian ziarah ke makam Marsda Anumerta Adisutjipto dan Marsda Anumerta Abdurrahman Saleh di monumen perjuangan TNI AU Ngoto, Bangutapan, Bantul, Selasa malam (19/4/2022) dan ditutup dengan lari bersama dengan route Muspusdirla - Skadik 104 - Skadik 101 - Skadik 102 - Skatek 043 - Shelter Charlie. Acara berakhir di Baseops Lanud Adisutjipto, Rabu pagi (20/4/2022).
“Selesai upacara penyematan wing penerbang dilanjutkan dengan tradisi mandi suci yaitu oleh seluruh pejabat dan instruktur serta dilanjutkan dengan mencium bendera merah putih. Tradisi ini bermakna kesiapan dan kesucian jiwa dan raga dalam mengawali pengabdian kepada bangsa dan negara,” paparnya.
Acara tradisi yang bernilai historis bagi setiap insan Dirgantara tersebut sengaja dilaksanakan bersamaan dengan terbitnya sang fajar.
Ia menambahkan dari 43 calon penerbang dan navigator itu, terdiri dari 37 calon penerbang dan 6 calon navigator. Untuk calon penerbang ada dua calon penerbang wanita.
Baca juga: Tradisi Dentuman TNT Tandai Penerimaan 140 Kopral Karbol AAUDanlanud Adisutjipto Yogyakarta, Marsma TNI Azhar Adhitama dalam sambutannya mengatakan 77 tahun yang lalu, Marsda Anumerta Adisutjipto membentuk sekolah Penerbang, beliau menyadari bahwa kekuatan udara merupakan kekuatan sangat penting dalam menjaga kedaulatan negara Indonesia.
Sehingga berharap setelah disematkan brevet tersebut, akan memulai kiprahnya sebagai Penerbang TNI dan Navigator.
"Ingatlah bahwa di tempat inilah kalian dilahirkan, dididik, diasuh, dan dibina serta dibentuk sebagai insan Swabuana Paksa," kata Danlanud Adisutjipto.
Lebih lanjut Danlanud Adisutjipto menyampaikan ucapan terimakasih kepada para instruktur yang telah mendedikasikan, dan penuh rasa tanggung jawab mendidik para penerbang dan navigator.
(sof)