LANGIT7.ID, Magelang - Rampungnya proyek Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur di Magelang, Jawa Tengah yang dikerjakan BUMN PT Brantas Abipraya (Persero) menjadi modal untuk membangkitkan perekonomian Tanah Air di tengah pandemi.
Sekretaris Perusahaaan Brantas Abipraya, Miftakhul Anas mengatakan bahwa lokasi tersebut juga dapat menjadi pilihan berwisata di akhir pekan bagi masyarakat setempat, di mana KSPN Borobudur ini termasuk kedalam Proyek Strategis Nasional (PSN).
"Kami membangun beberapa gerbang dan melakukan penataan Jalur Akses Budaya, Penataan Plataran Penerima dan jalur Concourse Candi Borobudur," kata Anas dalam keterangannya dikutip Selasa (24/5/2022).
Baca juga: Candi Borobudur Siap Sambut Wisatawan Selama LebaranMenurutnya, pembangunan Gerbang Palbapang ini sebagai petanda kawasan dari arah Yogyakarta, di mana jarak dari Candi Borobudur pun dinilai cukup jauh yakni mencapai 8 kilometer (KM).
"Gerbang yang memiliki ikon patung singa ini nantinya juga akan dilengkapi hall atau ruang serbaguna, ruang pengelola atau security dan MEP (Mechanical Electrical & Plumbing), toilet dan lansekap taman," ujar Anas.
Selain itu, ada juga Gerbang Blondo yang menjadi pintu masuk untuk para wisatawwan Borobudur dari arah Semarang dengan jarak sekitar 10 KM dari Candi Borobudur, nantinya di gerbang ini akan dihiasi dengan ikon berupa imej Pohon Kalpatarau yang dipercaya sebagai pohon hayat atau pohon kehidupan dan garapan.
"Sama halnya dengan Gerbang Palbapang, di Gerbang Blondo juga akan dilengkapi berbagai fasilitas seperti, tempat beribadah (mushola), toilet, bike station, ruang MEP dan pengelola juga area parkir," jelasnya.
Kemudian, ada juga Gerbang Gajah Kembang Limus, gerbang dengan ukuran paling besar dengan luas 2 hektar, tak hanya sebagai penanda kawasan dari arah Purworejo, gerbang ini juga menjadi penanda kawasan dari arah Purworejo, gerbang ini pun sekaligus menghidupkan Balkondes (Balai Ekonomi Desa) yaitu Desa Kembang Limus.
"Berjarak kurang lebih 4 Km dari Candi Borobudur, gerbang ini memiliki banyak fasilitas seperti kios cinderamata, kios kuliner, mushola, panggung terbuka, toilet, ruang utilitas dan pengelola, pendopo yang dapat digunakan sebagai hall multi fungsi dan area parkir bus," katanya.
Baca juga:
Jokowi Izinkan Pertunjukan Seni Budaya Digelar di Tempat WisataAnas mengungkapkan keberadaannya pun pastinya akan mendukung pemberdayaan masyarakat di Desa Kembanglimus. Tak hanya sebagai penanda, di gerbang ini para wisatawan dapat berswa foto dengan latar gajah raksasa. Semua gerbang ini dapat mempermudah para wisatawan untuk mengakses jalan menuju Borobudur.
"Gerbang Kembang Limus ini juga dilengkapi dengan tempat pengelolaan sampah dengan teknologi Tempat Pembuangan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R), yaitu sistem pengelolaan sampah dengan inovasi teknologi mesin pencacah, menjadi penambah kenyamanan pengunjung," ungkapnya.
Anas mengatakan ini sebagai solusi dalam mengatasi persoalan sampah dan dampak yang ditimbulkannya, khususnya di kawasan wisata. Melalui TPS3R, tidak hanya persoalan pencemaran lingkungan yang diakibatkan oleh sampah yang dapat dikurangi, namun juga dihasilkan produk-produk yang bernilai ekonomis dari sampah yang diolah.
“Kami harapkan dengan adanya fasilitas terbaru ini, dapat menarik lebih banyak lagi wisatawan lokal maupun asing untuk berkunjung ke Borobudur. Semoga kontribusi Brantas Abipraya dalam penataan KSPN Borobudur ini dapat menunjang perekonomian masyarakat Kota Magelang dan sekitar, serta dapat mendukung Borobudur sebagai wisata kelas dunia,” terang Anas.
(sof)