LANGIT7.ID, Jakarta - Muhammadiyah telah mendistribusikan dana kurang lebih Rp1 triliun selama penanganan pandemi Covid-19 untuk membantu dan menguatkan masyarakat terdampak. Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Abdul Mu’ti merasa bantuan tersebut masih belum sempurna.
“Kita tentu merasa masih kurang dengan apa yang telah kami lakukan ini,” kata dia pada forum daring Universitas Muhammadiyah Gresik dikutip Selasa (3/8/2021).
Mu’ti mengatakan, bantuan itu belum maksimal dan sesuai dengan apa yang diajarkan pendiri Muhammadiyah, KH Ahmad Dahlan. Menurut Mu’ti, Kiai Ahmad Dahlan berpandangan bahwa setiap ayat di dalam Alquran wajib diamalkan secara nyata untuk kemaslahatan manusia dan lingkungannya.
“Karena itulah maka kemudian kalau kita mengikuti sepak terjang Muhammadiyah sejak pandemi dinyatakan sebagai bencana nasional oleh pemerintah pada bulan Maret 2020 yang lalu, Muhammadiyah bahu-membahu bekerjasama dengan seluruh komponen masyarakat,” jelasnya.
Sampai saat ini, Muhammadiyah terus berupaya mengerahkan semua potensi yang dimiliki persyarikatan di berbagai bidang sosial, ekonomi, kesehatan, dan keagamaan. “Menurut laporan yang kami terima sudah melibatkan lebih dari 83 rumah sakit dari sekitar 116 Rumah Sakit Muhammadiyah yang cukup kuat,” tutur Mu’ti.
Itu belum termasuk pelayanan di klinik-klinik Muhammadiyah dan juga melibatkan lebih dari 75.000 relawan baik dari tenaga kesehatan maupun relawan kemanusiaan. Kemudian yang terbaru, penyelenggaraan vaksinasi di rumah sakit dan kampus-kampus Muhammadiyah.
“Dan dari sudut dana, kami mendapat laporan sudah lebih dari 1 triliun dana yang didistribusikan Muhammadiyah untuk membantu masyarakat dari semua kalangan selama pandemi Covid-19 ini,” imbuhnya.
(sof)