LANGIT7.ID, Magelang - Desa Wisata Klipoh menyimpan kisah masa lalu tentang kerajinan gerabah juga menjadi salah satu bukti sejarah perkembangan gerabang di Jawa Tengah. Desa wisata ini terletak di Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Magelang dan berjarak kurang lebih tiga kilometer dari Candi Borobudur.
Salah satu perajin gerabah di Desa Wisata Klipoh, Rupiah menjelaskan bahwa bagi masyarakat Desa Klipoh, kerajinan gerabah menjadi salah satu peninggalan yang begitu berharga. Sebab, sejarah keberadaan Desa Klipoh pun berkaitan erat dengan perkembangan kerajinan gerabah.
"Desa ini berkaitan dengan kerajinan gerabah, dan munculnya gerabah juga berbarengan dengan dibangunnya
Candi Borobudur," kata Rupiah dikutip Senin (6/6/2022).
Baca juga: Tarif Wisata Candi Borobudur Naik Drastis, DPR Kritik LuhutSembari menjalankan tepiah alat pemutar gerabah yang terbengkaran pipih dengan kedua tangannya yang terampil dalam membentuk dan menghaluskan tanah liat di atasnya, Rupiah menerangkan sejarah asal muasal Desa Klipoh.
"Sejarah Desa Klipoh bermula dari kedatangan seorang perempuan di sebuah alas (hutan). perempuan tersebut seorang janda yang memiliki gelar tinggi dari Kerajaan Medang. Adanya permasalahan yang terjadi di kerajaan, membuat dia dan pengikutnya harus meninggalkan kerajaan dan berpindah ke wilayah yang saat ini disebut Klipoh," ungkapnya.
Wilayah tersebut kemudian menjadi tempat tinggalnya yang hingga kini dapat diketahui dari tekstur tanah dan kedekatan dengan sumber air. Karena alasan tersebut, warga sekitar memberi nama kepada perempuan tersebut dengan sebutan Nyai Kalipah.
“Kalipah sendiri terdiri dari dua kata, yakni kali dan pohe. Kali berarti sungai dan pohe berarti tempatnya sehingga Kalipah memiliki makna yaitu sungai sebagai tempat tinggalnya,” ujar Rupiah.
Rupiah menjelaskan bahwa Nyai Kalipah menjadi orang pertama yang mengajarkan serta mengembangkan gerabah di wilayahnya. Karena keahliannya dalam membuat gerabah, Nyai Kalipah memimpin para pengikutnya untuk membangun sebuah perkampungan yang diberi nama Desa Klipoh. Sampai saat ini kerajinan gerabah terus bertahan di Dusun Klipoh
“Begitu mulanya, sampai akhirnya dari dahulu hingga sekarang gerabah menjadi mata pencaharian masyarakat sini. Masyarakat kami hidup dari penjualan gerabah,” kata Rupiah.
Proses pembuatan gerabah di Desa Klipoh pun menggunakan teknik yang masih sederhana berdasarkan pengetahuan yang diwariskan secara turun-temurun. Rupiah mengatakan bahwa kegiatan, dan proses pembuatan gerabah diwariskan secara turun-temurun ini terukir pada salah satu relief di Candi Borobudur.
Kerajinan gerabah kini menjadi salah satu industri yang dijalankan oleh masyarakat di Desa Wisata Klipoh, serta dikembangkan sebagai daya tarik wisata di sekitar Borobudur. Sehingga kerajinan gerabah ini menjadi sumber perekonomian masyarakat setempat, beberapa hotel di kawasan Candi Borobudur pun menyediakan paket kunjungan ke Desa Wisata Klipoh.
Baca juga: Tiket TWC Borobudur Dipatok Rp750 Ribu untuk Wisatawan LokalPeluang tersebut pun dimanfaatkan Rupiah bersama sang kakak untuk mengembangkan kerajinan gerabahnya, melalui Galeri Sani Pottery, dan dapat memproduksi kerajinan gerabah, sekaligus menghadirkan wisata edukasi.
Menurut Rupiah, para wisatawan yang datang tak hanya bisa membeli barang-barang hasil produksim tapi juga ikut mempraktikkan cara membuat gerabah secara tradisional. Selain itu, tujuan dengan adanya Galeri Sani Potter juga sebagai salah satu upaya dalam mempertahankan warisan leluhur dan mengedukasi sejarrah gerabah di Desa Wisata Klipoh.
“Bagi masyarakat Desa Klipoh, gerabah ini menjadi tulang punggung ekonomi mereka. Keuntungan membuat gerabah tidaklah besar, tetapi kami masyarakat Klipoh tetap bersemangat mempertahankan warisan leluhur yang telah bertahan selama belasan abad. Salah satu yang kami lakukan adalah menjadikan galeri ini tempat produksi dimana wisatawan bisa belajar di sini juga,” ujar Rupiah.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan bahwa Desa Wisata Klipoh memiliki daya tarik wisata yang menggabungkan pesona alam, budaya, dan wisata edukasi.
“Destinasi desa wisata Klipoh ini hanya berjarak kurang lebih 3 kilometer dari Borobudur, selain desa ini memiliki sejarah perkembangan gerabah di Magelang, desa ini memiliki potensi wisata yang bagus yaitu wisata edukasi melalui gerabah-gerabahnya,” ungkap Sandiaga dalam keterangan tertulis dikutip Senin (6/6/2022).
Sandiaga juga berharap melalui kegiatan produk ekonomi kreatif gerabaah masyarakat Desa Klipoh dapat membangkitkan ekonomi, membuka peluang usaha dan lapangan kerja seluas-luasnya.
(sof)