LANGIT7.ID, Jakarta - Berbagai produk impor mengambil pangsa pasar produk lokal di Tanah Air. Misalnya, beberapa waktu terakhir, serbuan barang-barang asing marak di beberapa marketplace yang ada di Indonesia. Produk lokal akhirnya tergeser dan berpotensi mati sehingga dibutuhkan langkah nyata dan keberpihakan untuk mendukung produk-produk dalam negeri.
Salah satu marketplace, Lazada Indonesia, menutup akses perdagangan barang impor pada tiga klaster industri yaitu klaster tekstil dan fesyen, kuliner, dan klaster kerajinan mulai Selasa (3/8). Kebijakan tersebut mendapat dukungan dari Wakil Ketua MPR RI Syarief Hasan.
"Langkah tersebut patut didukung sebagai bentuk perhatian dan keberpihakan terhadap produk dalam negeri, dan memberikan ruang seluas-luasnya kepada UMKM dalam memasarkan produk-produknya," kata Syarief dalam keterangan persnya di Jakarta, Kamis (5/8/2021).
Syarief Hasan mendorong pemerintah untuk memberikan ruang dan menyediakan dan meningkatkan pasar produk-produk dalam negeri. Apalagi Presiden Jokowi telah menggaungkan semangat mencintai produk-produk dalam negeri. Semangat tersebut harus diikuti langkah nyata melalui penyediaan bantuan mutu produksi hingga pemasaran produk-produk lokal.
Dia menilai produk-produk dalam negeri memiliki kualitas baik sehingga masyarakat perlu didorong membeli produk lokal seperti sepatu, pakaian, kerajinan tangan, kuliner khas yang telah mendunia, hingga sepeda buatan Indonesia yang digunakan beberapa atlet mancanegara di Olimpiade Tokyo 2020.
Syarief juga mendorong pemerintah untuk mendukung UMKM-UMKM dalam menciptakan barang dan jasa berkualitas, serta membantu akses permodalan, dan pemasaran. "Pemerintah harus terus mempertemukan UMKM dengan BUMN dan perusahaan swasta lainnya yang dapat membantu permodalan, produksi, hingga pemasaran produk UMKM," katanya.
Mantan Menteri Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Menkop UKM) itu juga berharap agar pemerintah memberikan perhatian dan keberpihakan terhadap proses digitalisasi UMKM karena selama ini hanya mengambil 10 persen ceruk pasar digital yang dikuasai produk-produk asing. Pemerintah diminta fokus mengembangkan digitalisasi UMKM agar dapat naik kelas, menyesuaikan dengan perkembangan digital, dan menghasilkan produk yang berkualitas.
(jak)