Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 17 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Mahasiswa ini Kembangkan Kemasan Makanan dari Rumput Laut Pengganti Styrofoam

Muhajirin Jum'at, 06 Agustus 2021 - 14:30 WIB
Mahasiswa ini Kembangkan Kemasan Makanan dari Rumput Laut Pengganti Styrofoam
ilustrasi rumput laut (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Yogyakarta - Penggunaan styrofoam sebagai pembungkus makanan populer di Indonesia. Namun, styrofoam sama sekali tidak ramah lingkungan dan mengandung zat berbahaya bagi tubuh. Dalam styrofoam terdapat senyawa benzena dan styrene yang memiliki efek samping bagi kesehatan.

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menyatakan, benzena dapat memicu sel kanker. Sedangkan, styrene dapat mengakibatkan berbagai persoalan kesehatan seperti sakit kepala, gangguan saraf, hingga leukimia.

Maka beberapa mahasiswa Universitas Gadjah mada (UGM) menggagas pengembangan kemasan makanan yang aman bagi kesehatan dan ramah lingkungan dari rumput laut. Kemasan itu diharapkan bisa mengganti kemasan styrofoam.

“Keberadaan rumput laut di Indonesia cukup melimpah dan berpotensi digunakan sebagai bahan kemasan di masa depan yang aman dan ramah lingkungan,” papar ketua tim pengembang, Ilham Firdhausi, dikutip dari laman resmi UGM, Jumat (6/8/2021).

Ilham menjelaskan, pemilihan rumput laut sebagai bahan kemasan karena mengandung senyawa karagenan. Senyawa ini merupakan salah satu fikokoloid yang menunjukkan kemampuan pembentukan film yang sangat baik.

Dalam pembuatan bioplastik rumput laut itu menggunakan karagenan sebagai bahan utama. Lalu, diberikan penambahan bahan pendukung yaitu gliserol, air dan beeswax.

Selanjutnya, karagenan dicampur dengan air dan gliserol untuk dipanaskan lalu diberikan tambahan beeswax. Setelah larut lalu disaring yang selanjutnya dicetak sebagai kemasan makanan. Terakhir dilakukan proses pengeringan sebelum siap digunakan. Gagasan kemasan makanan dari rumput laut menawarkan solusi alternatif untuk mengatasi persoalan sampah plastik, terutama pencemaran laut akibat sampah plastik termasuk styrofoam.

Kemasan makanan dari rumput laut memiliki nilai aman bagi makanan dan lingkungan. Selain dapat terdegradasi di alam juga bisa menjadi pupuk organik bagi tanaman. Ilham menyebutkan perlu dilakukan pengembangan dan evaluasi guna mendapatkan formula terbaik agar diperoleh kemasan yang lebih layak pakai.

Dengan begitu, diharapkan kedepan gagasan tersebut dapat diimplementasikan dan berkontribusi dalam mengatasi permasalahan kesehatan dan lingkungan akibat penggunaan styrofoam.

Gagasan pengembangan bioplastik dari rumput laut ini merupakan gagasan Ilham bersama mahasiswa Fakultas Teknologi Pertanian UGM yakni I Nyoman Anggie Pratishta dan Arif Ramadhan serta dan Dimas Wahyu Prasetyo dari Fakultas Biologi. Konsep tersebut berhasil lolos mendapatkan pendanaan dari Kemdikbudristek melalui Program Kreativitas Mahasiswa Bidang Gagasan Futuristik (PKM-GFK) 2021.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 17 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:04
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)