LANGIT.ID, Jakarta - Suhu panas di Arab Saudi bisa menimbulkan penyakit kulit. Kondisi ini harus diwaspadai
jemaah haji agar ibadah bisa tetap nyaman tanpa khawatir kesehatan.
Penyakit kulit yang sering terjadi pada jamaah haji di antaranya xerosis kutis, dermatitis atopik, dan selulitis.
Kondisi ini dapat mengarah pada terjadinya penyakit baru atau memperparah kesehatan orang yang sebelumnya memiliki riwayat diabetes.
Dokter spesialis dermatologi dan venereologi KKHI Makkah, Milany Harirahmawati menjelaskan, orang yang mengidap xerosis kutis memiliki ciri ciri kulit terasa kasar, kering, terlihat bersisik, dan pecah-pecah.
Baca Juga: Rompi Penurun Suhu Kemenkes untuk Jemaah Haji Heat Stroke"Oleh karena itu, jemaah haji harus senantiasa memperhatikan kesehatan kulitnya agar tetap lembab saat beribadah di Tanah Suci," ujar Milany, dalam keterangan resmi, Minggu (3/7/2022).
Jika jemaah mengalami gejala penyakit xerosis kutis harus segera segera perhatikan kembali asupan cairan, mengoleskan pelembab dan menggunakan alat pelindung diri dari paparan sinar matahari langsung.
Sementara dermatitis atopik merupakan kelainan kulit yang didasari oleh adanya riwayat atopi atau alergi. Jika jamaah mengalami kasus seperti ini maka harus menggunakan pelembab serta memberikan asupan kulit zat yang bersifat anti inflamasi.
“Anti inflamasi ini untuk mengurangi rasa gatal akibat pelepasan histamin dari dalam tubuh yang mengalami alergi,” kata Milany.
Selanjutnya, ada penyakit kulit Selulitis yang merupakan peradangan jaring sub kutis akibat infeksi bakteri. Ini lebih rentan menyerang jemaah haji yang memiliki komplikasi diabetic foot.
"Untuk menghindari risiko Selulitis, jemaah haji terutama yang memiliki risiko tinggi terhadap penyakit kulit seperti penderita diabetes dan gangguan imunitas lainnya, harus lebih peduli dengan kesehatan kulitnya. Karena mencegah lebih baik daripada mengobati,” kata Milany.
(bal)