LANGIT7.ID, Gorontalo - Pesona alam di Desa Wisata Lonuo Bukit Arang menyuguhkan keindahan bagaikan negeri di atas awan. Perbukitan yang ada di desa ini juga menjadi tempat paralayang yang banyak diminati para atlet paralayang di Gorontalo.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mendorong pengembangan wisata olahraga di Desa Wisata Lonuo Bukit Arang, Gorontalo sehingga mempunyai sensasi tersendiri.
"Keindahan alam di Desa Wisata Lonuo Bukit Arang ini jika digabungkan dengan sport tourism memiliki sensasi sendiri, ini yang harus kita dorong untuk menjadi data tarik wisatawan,” ujar Sandiaga dikutip Kamis (14/7/2022).
Baca juga: Desa Wisata Sikasur, Padukan Budaya dan Potensi Alam yang MemukauMenurut Sandiaga, pengembangan Desa Wisata Lonuo di Gorontalo sebagai
sport tourism ini diharapkan agar dapat membangkitkan ekonomi dan lapangan kerja terbuka semakin luas bagi masyarakat setempat.
Desa wisata yang terletak di Kecamatan Tilongkabila, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo ini masuk ke dalam 50 besar desa wisata terbaik di ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.
"Perbukitan sebagai tempat paralayang menjadi satu-satunya di Gorontalo dan Bukit Arang juga seringkali menjadi tempat diadakannya Kejuaraan Nasional Paralayang TROI (Trip of Indonesia)," jelasnya.
Selain menikmati pemandangan alam yang luar biasa seperti kabut di pagi hari, sunset, dan indahnya pemandangan Kota Gorontalo, wisatawan juga bisa menikmati camping ground di area Bukit Arang. Dengan Fasilitas cukup lengkap seperti air bersih, mushalla, dan juga kolam renang yang berada di ketinggian 347 Mdpl.
Sandiaga menjelaskan, wisatawan yang hendak menuju ke area Bukit Arang disarankan untuk menggunakan kendaraan khusus seperti jonder, kendaraan mirip seperti traktor sawah. Sebab, jalan menuju desa wisata ini begitu seru dan menjadi ikonik kawasan ini.
Baca juga: Dipersiapkan untuk KTT G20, Begini Progres Renovasi Besar-besaran TMII“Jalan menuju tempat ini sangat seru karena ini ikoniknya. Jadi, nanti kita bicarakan dengan Pak Gubernur dan Pak Bupati bahwa ini salah satu yang jadi daya tariknya yaitu bikin degdegan,” kata Sandiaga.
Lebih lanjut, Sandiaga menjelaskan Desa Wisata Lonuo juga memiliki tradisi atau ritual Mopotilolo, sebagai upacara adat untuk simbol penghormatan dan doa keselamatan untuk pejabat yang mengunjungi desa.
"Ada juga tarian dana-dana yang merupakan salah satu kesenian tradisional yang ada di Provinsi Gorontalo. Tari ini juga disebut dengan tari rakyat karena keberdaannya berasal dari masyarakat Gorontalo sendiri," ujarnya.
Sandiaga menambahkan, dengan budaya dan tradisi yang menarik di Desa Wisata Lonuo ini dirinya memilki keyakinan dan optimistis bahwa Desa Wisata Lonuo bisa tampil di skala nasional dan di tahun-tahun seterusnya dapat tampil di sekala internasional.
(sof)