LANGIT7.ID, Pemalang - Desa Wisata Sikasur berada di Jalan Sikasur-Simpur, Kecamatan Belik, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Lokasinya berada di wilayah paling selatan Pemalang, di bawah kaki Gunung Slamet dan berbatasan dengan Kabupaten Purbalingga.
Untuk menuju ke Desa Wisata Sikasur, butuh perjalanan cukup lama, sekitar 1 jam 6 menit dari Pemalang via Randudongkal, dengan jarak dari pusat kota mencapai 42 kilometer.
Desa Sikasur memiliki dua obyek wisata unggulan yakni Telaga Silating, yang dikelola desa dan Curug Bengkawah yang saat ini sedang proses alihfungsi menjadi cagar alam. Di Telaga Silangit, saat ini sudah dilengkapi dengan arena bermain bagi anak-anak dan keluarga yang datang ke sana.
Baca juga: Desa Wisata di Bali Didorong Terapkan Prinsip Pariwisata BerkelanjutanSementara di Curug Bengkawah sendiri, wisatawan selain bisa bermain air, juga disediakan perahu untuk rafting dengan dipandu oleh tim yang sudah terlatih sehingga jangan khawatir terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Adrenalin pengunjung akan diuji dengan derasnya aliran sungai yang berhulu di Gunung Slamet tersebut.
Sikasur adalah satu dari tiga desa wisata yang dikategorikan sudah maju di Pemalang. Selain Sikasur, desa yang masuk kategori maju lainnya adalah desa wisata Nyalembeng dan Penggarit. Baru-baru ini, Sikasur mendapatkan anugerah desa wisata terbaik 2022, dari Pemkab Pemalang.
Kepala Desa Sikasur, Kusni, mengatakan, pengembangan desa wisata yang dipimpinnya itu memadukan padukan wisata budaya lokal seperti kuda lumping, sintren, calung, karawitan dan juga potensi alam. Semuanya dilibatkan, tidak hanya (menjual) satu obyek saja.
“Obyek wisata yang menarik, akan mendatangkan investor atau mendatangkan pasar sehingga Pemalang menjadi tujuan wisata dan perputaran ekonomi bisa terjadi,” ucapnya, dikutip Kamis (14/72022).
Baca juga: Tarif Masuk Taman Nasional Komodo Naik, Sandiaga: Untuk Kepentingan KonservasiSama dengan destinasi wisata lainnya di masa pandemi yang sempat kolaps, di Sikasur, saat ini sudah kembali normal. Seiring dengan pemerintah yang tidak banyak membatasi aktivitas warga di luar ruangan. Warga sempat pun juga sudah bisa mendapatkan income dari desa wisata.
“Begitu situasi (pandemi Covid-19) menurun, kami mengumpulkan para pedagang ada 80 orang kita beri tempat. Silakan jualan tiap minggu pagi, namanya pasar krempyeng, pedagang dikhususkan bagi warga sikasur dan Alhamdulillah jam 9 sudah habis,” ucapnya.
(sof)