Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Rabu, 22 April 2026
home masjid detail berita

Menelusuri Jejak Perjuangan Fatahillah di Masjid Al-Alam Marunda

Andi Muhammad Senin, 18 Juli 2022 - 13:35 WIB
Menelusuri Jejak Perjuangan Fatahillah di Masjid Al-Alam Marunda
Masjid Al Alam Marunda. Foto: Andi Muhammad.
LANGIT7.ID, Jakarta - Melancong sejarah ke pesisir utara rasanya tidak lengkap jika belum berkunjung ke Masjid Al-Alam Marunda Jakarta Utara. Masjid Al Alam merupakan masjid tertua di Jakarta.

Pada tahun 1975, pemerintah provinsi DKI Jakarta menetapkan Masjid Al-Alam sebagai cagar budaya. Masjid Al-Alam juga dikenal dengan Masjid si Pitung, jawara Betawi dari Rawa Belong.

Mengenai sejarah pembangunan masjid, ada beberapa versi yang dapat dicocokkan dengan fakta dan data sejarah. Konon, warga sekitar Masjid Al-Alam percaya bahwa masjid tersebut dibangun oleh para wali pada abad ke 16 dengan waktu semalam.

Baca Juga: Desain Unik Masjid Raya Al-Azhar Sumarecon Bekasi, Nyaman Banget

Pengurus harian Masjid Al-Alam, Kusnadi Ali Makruf mengatakan, ada dua versi cerita rakyat mengenai pembangunan Masjid Al-Alam Marunda. "Suatu cerita turun temurun dari orang tua kita bahwa masjid ini dibangun dalam waktu satu malam saja oleh para wali dan setelah jadi baru kelihatan pada pagi hari," tutur Kusnadi saat ditemui Langit7, Ahad (17/7/2022).

Menelusuri Jejak Perjuangan Fatahillah di Masjid Al-Alam Marunda

Versi lain, Kusnadi menyebutkan, masjid yang berlokasi di dekat Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) itu di bangun oleh pasukan Fatahillah. "Ada juga yang mengatakan bahwa masjid ini dibangun oleh pasukan Fatahillah yang hendak menyerbu pelabuhan Sunda Kelapa saat bersinggah di Marunda," tuturnya.

Baca Juga: Desain Unik Masjid Raya Al-Azhar Sumarecon Bekasi, Nyaman Banget

Kisah kedua, setidaknya memiliki fakta sejarah terkait dengan kampung Marunda. Marunda sendiri merupakan akronim yang terdiri dari dua kata, yakni markas penundaan. "Markas penundaan pasukan Fatahillah yang akan menyerang pelabuhan Sunda Kelapa pada abad ke 16 yang singgah di sini," jelas Kusnadi.

Fatahillah atau Faletehan (ejaan orang Portugis) adalah tokoh penyebar Islam yang dikenal karena memimpin penaklukkan Sunda Kelapa pada tahun 1527 dan mengganti namanya menjadi Jayakarta. Penaklukkan ini adalah salah satu misinya untuk menyebarkan Islam ke Jawa Barat.

Sumur 3 Rasa Jadi Ikon Masjid

Selain keunikan bentuk bangunan dan versi sejarahnya, Masjid Al-Alam Marunda memiliki sumur yang terjaga sampai saat ini. Sumur tersebut terletak persis di depan bangunan utama Masjid Al-Alam.

Sumur ini dikenal dengan nama sumur tiga rasa. Asal usul nama tersebut berasal dari para peziarah atau warga yang singgah.

Menelusuri Jejak Perjuangan Fatahillah di Masjid Al-Alam Marunda

"Para peziarah yang datang kemari merasakan air sumur ada tiga rasa, ada yang bilang asin, ada yang bilang rasanya tawar, ada juga yang katanya manis," jelas Kusnadi.

Kendati demikian, pihak masjid tidak menamakan secara langsung sumur tiga rasa. Melainkan para pengunjung sendiri sebagai pencetus dari nama sumur tiga rasa.

Baca Juga: Fantastis, Ini Pendapatan Terduga Joki UTBK SBMPTN di Jatim

Keberadaan sumur tersebut menjadi ikon dari Masjid Al-Alam yang menarik perhatian para pengunjung masjid. Sumur ini juga difungsikan sebagai sarana wudu jemaah.

Meski tersedia sarana wudu khusus, namun tak sedikit dari para pengunjung memilih berwudu menggunakan air sumur tersebut. Terlepas dari tiga rasa air sumur, pengurus masjid tidak dapat mengambil kesimpulan, apakah sumur tersebut dibangun secara bersamaan dengan masjid atau tidak.

"Yang jelas sih setiap tempat ibadah pasti ada tempat untuk bersuci, apakah untuk mandi atau berwudu," tutur Kusnadi.

Baca Juga: Tak Kuliah, M Natsir Tempuh Sendiri Pendidikan Ideal hingga Dirikan Universitas

(zhd)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Rabu 22 April 2026
Imsak
04:27
Shubuh
04:37
Dhuhur
11:55
Ashar
15:14
Maghrib
17:52
Isya
19:02
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)