alexametrics
Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 07 Februari 2023
home sosok muslim detail berita

Tak Kuliah, M Natsir Tempuh Sendiri Pendidikan Ideal hingga Dirikan Universitas

Muhajirin Senin, 18 Juli 2022 - 08:35 WIB
Tak Kuliah, M Natsir Tempuh Sendiri Pendidikan Ideal hingga Dirikan Universitas
Mohammad Natsir (foto: artsandculture.google.com)
LANGIT7.ID, Jakarta - Indonesia memiliki banyak pendiri bangsa yang cerdas bahkan jenius. Salah satunya adalah Mantan Perdana Menteri Indonesia dan Presiden Liga Muslim Dunia, Mohammad Natsir.

Jika dilihat dari riwayat pendidikannya, Natsir memang memang hanya lulusan sekolah setara SMA dan tak pernah kuliah. Kendati demikian, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ustaz Adian Husaini, menyebut pemikiran Mohammad Natsir melebihi seorang profesor dan kiprahnya begitu luar biasa.

"Hal itu bisa terjadi karena M Natsir menjalani proses pendidikan yang ideal yakni pendidikan yang bertujuan membentuk manusia integral atau manusia seutuhnya," kata Adian dalam Webinar bertajuk 114 Mohammad Natsir, Ahad (17/7/2022).

Menurut Adian, M Natsir bukannya tak mau kuliah, namun dia berani memilih jalan pendidikannya sendiri. Dia yakin dengan jalan tersebut. Ada tiga guru tempat Natsir menimba ilmu yakni A. Hassan, Syekh Ahmad Soorkati, dan Haji Agus Salim.

Baca Juga: Ketum Dewan Dakwah Ingatkan Kembali Dua Warisan Mohammad Natsir

Salah satu alasan Natsir tidak menempuh pendidikan tinggi sebab kondisi pendidikan masih sekuler. Natsir ingin mencontohkan bagaimana model pendidikan Islam yang ideal.

“Sampai yang luar biasa adalah beliau memberikan contoh pengorbanan, dan memilih untuk tidak kuliah ke perguruan tinggi, tapi langsung berguru kepada orang-orang hebat,” tutur Adian.

Bukan hanya itu, M Natsir juga aktif mengajar sebagai guru dan menjalani aktivitas keorganisasian di Jong Islamieten Bond (JIB). Dia menjalani aktivitas itu dengan jiwa intelektual.

Adian menyebut, M. Natsir ditempa dalam sebuah kampus yang bernama ‘Universitas kehidupan’. Itulah universitas yang sesungguhnya, karena mengintegrasikan proses aktivisme dan intelektualisme.

“Betapa pengorbanan Pak Natsir luar biasa. Beliau berjuang lahir batin, bahkan bagaimana beliau mengelola pendidikan Islam, sampai menurut catatan saya, Pak Natsir itu orang pertama yang menulis makalah tentang pentingnya perguruan tinggi. Dan beliau menjadi sekretaris pendirian Universitas Islam Indonesia (UII),” kata Adian.

Baca Juga: Universitas Islam Indonesia, Cita-cita Pendiri Bangsa Lawan Hegemoni Pendidikan Belanda

UII berdiri pada 8 Juli 1945. Tapi tujuh tahun sebelum itu, M Natsir telah menulis sebuah artikel panjang di Majalah Pedoman Masyarakat dengan judul Sekolah Tinggi Islam. Dalam artikel itu, M Natsir menekankan, kaum muslimin Indonesia haus akan pelajaran tinggi.

M Natsir sudah menggariskan tujuan pendidikan menurut Islam dalam artikel tersebut. Tujuan pendidikan Islam adalah melahirkan manusia-manusia yang baik, yakni hamba-hamba Allah yang baik (abdullah) dengan dasar tauhid.

M Natsir juga sangat menekankan pentingnya peran guru dalam kebangkitan sebuah bangsa. Bangsa yang besar lahir dari guru-guru yang berkualitas. Guru yang mendidik siswa menjadi manusia seutuhnya.

“Ketiga, tentang penyakit hati. Di akhir-akhir hayat M Natsir, beliau menekankan, penyakit yang paling berbahaya terhadap umat Islam adalah penyakit hubbud dunya. Bahkan, M Natsir mengingatkan, kalau penyakit hubbud dunya itu tidak diobati, umat Islam biaa mengalami nasib seperti di Andalusia,” ucap Adian.

Baca Juga: Kemenag Dorong Dewan Dakwah Hidupkan Kembali Gagasan Pak Natsir

Menurut Adian, pemikiran Mohammad Natsir tak hanya relevan di masanya namun sangat diperlukan hingga saat ini. Terutama dalam soal kritik terhadap sekularisme.

“Beliau mengupas kelemahan sekularisme, karena inilah salah satu tantangan terbesar yang terus kita hadapi sekarang ini. Di mana Pak Natsir sejak muda sampai akhir hayat dia terus mengingatkan bahwa tantangan besar yang dihadapi umat Islam adalah tantangan sekularisme,” pungkas Adian.

Baca Juga: Pemikiran M Natsir: Pancasila Tidak Boleh Diisi Nilai-nilai yang Bertentangan dengan Islam


(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
right-1 (Desktop - langit7.id)
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 07 Februari 2023
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
12:10
Ashar
15:27
Maghrib
18:20
Isya
19:32
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan