Para pendiri bangsa memiliki banyak sekali keteladanan yang bisa digali. Salah satunya adalah keteladanan dari Mohammad Natsir. Putri M Natsir, Aisyah Natsir Rahim (82), mengenang sosok yang Sang Ayah dalam momen peringatan 114 Tahun Mohammad Natsir.
Jika dilihat dari riwayat pendidikannya, Natsir memang memang hanya lulusan sekolah setara SMA dan tak pernah kuliah. Kendati demikian, Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Ustaz Adian Husaini, menyebut pemikiran Mohammad Natsir melebihi seorang profesor.
Sanksi kepada Sharma dan Jindal. Hal ini diharapkan dapat mendorong partai untuk menghentikan semua gerakan kebencian terhadap umat Islam dan islamofobia.
Adian melanjutkan, STID Mohammad Natsir ini bisa disebut sebagai satu-satunya pusat kaderisasi dakwah nasional untuk tingkat S1. Bahkan, keberadaan dan kiprah STID Mohammad Natsir mendapat apresiasi dari YADIM, yayasan dakwah yang berada di bawah pemerintahan Malaysia.
Lokasi penugasan Kafilah Dawah Ramadhan 1443 H tersebar di seluruh Indonesia, di antaranya Nias Utara (Sumatra Utara), Lunang (Sumatera Barat), Tebing Tinggi (Kepulauan Meranti), Muara Jambi (Jambi), Enggano (Bengkulu).
Beberapa kegiatan yang akan dilakukan para mahasiswa dan mahasiswi yang bertugas antara lain pembuatan peta dakwah, pesantren Ramadan, taklim rutin, pelatihan ekonomi, taman pendidikan baca tulis Alquran, penataran Iqro untuk guru TK/TPQ/MDA, dan pelatihan pengurusan jenazah.
Fuad menggaris-bawahi pesan Mohammad Natsir pada 1969 dalam suatu acara di Kementerian Agama, Menurut dia, pesan ini penting dan relevan dengan cara umat Islam menghadapi tantangan dakwah dewasa ini.
Menurut Sandi, berdirinya rumah sejarah merupakan bentuk melestarikan warisan bangsa yang sangat baik. Ia menyebutkan potensi wisata dan ekonomi syariah yang besar bisa dimanfaatkan dan dikembangkan oleh para da'i Dewan Da'wah.
Warisan kedua adalah keteladanan. Soal kepribadian Sang Bapak NKRI, Adian mengaku banyak mendapat refrensi dari beberapa murid Natsir dan orang-orang hebat yang hidup sezaman dengannya.
Di antara ribuan dai tersebut, menurut Adian, terdapat ratusan dai yang dibekali pendidikan khusus hingga tingkat sarjana melalui kerja sama dengan pemerintah Arab Saudi.
Sebuah kado spesial di usia ke-55 ini, Dewan Dawah akan menggelar Rakornas di Sumatera Barat, di daerah kelahiran sang pendiri, Buya Mohammad Natsir. Pilihan tempat Rakornas ini tentu memiliki makna tersendiri.