Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 30 Mei 2026
home sosok muslim detail berita

5 Teladan M Natsir dalam Kenangan Sang Putri, Sosok Pendidik yang Tak Manfaatkan Jabatan

Muhajirin Senin, 18 Juli 2022 - 11:20 WIB
5 Teladan M Natsir dalam Kenangan Sang Putri, Sosok Pendidik yang Tak Manfaatkan Jabatan
Mohammad Natsir (foto: istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Para pendiri bangsa memiliki banyak sekali keteladanan yang bisa digali. Salah satunya adalah keteladanan dari Mohammad Natsir. Putri M Natsir, Aisyah Natsir Rahim (82), mengenang sosok yang Sang Ayah dalam momen peringatan 114 Tahun Mohammad Natsir.

Dalam kenangan Aisyah, sosok yang dia panggil Aba itu sangatlah bijaksana, punya kepribadian halus, dan sangat perhatian kepada keluarga dan masyarakat. Ciri khas itu dimiliki baik saat berada di rumah, saat jadi Perdana Menteri, memimpin Partai Masyumi maupun Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII).

1. Sosok Pendidik yang Baik


Menurut Aisyah, Natsir adalah pendidik yang sangat baik. Natsir sangat memahami cara mendidik sehingga bisa membuat anak-anaknya jadi semakin baik.

“Aba terhadap keluarga, beliau itu seseorang yang sangat memperhatikan kehidupan berkeluarga dan bermasyarakat. Beliau tidak pernah memberikan kata-kata yang mendikte, tapi selalu kata-kata yang membuat berfikir,” kenang Aisyah dalam webinar mengenang 114 Mohammad Natsir, Ahad malam (17/7/2022).

Baca Juga: Tak Kuliah, M Natsir Tempuh Sendiri Pendidikan Ideal hingga Dirikan Universitas

Saat di rumah, Pak Natsir mendidik keempat putrinya penuh disiplin dan perhatian. Beliau rutin memberikan tugas-tugas kepada putrinya, baik tugas kecil maupun besar. Tugas itu tak dilupakan begitu saja, tapi selalu dicek secara berkala.

Sampai Pak Natsir terbaring lemah di rumah pun tak pernah lepas perhatian. Setiap hari, seorang karyawan DDII rutin mengantarkan buku bacaan pada 07.00 pagi dan dijemput pada 02.00 siang.

“Itu setelah dibaca, Pak Natsir memberikan tugas kepada anak-anaknya, apakah gagal, lanjut atau terus. Begitulah Aba mengecek. Dan tidak pernah Aba membiarkan begitu saja,” kata Aisyah.

Bahkan saat Aisyah sudah menjadi guru, Natsir selalu menanyakan progres yang telah dilakukan. Bagaimana cara mendidik murid, hingga bagaimana bentuk perhatian kepada murid.

“Misal, saya sebagai guru, ‘apa yang kamu kerjakan sebagai seorang guru. Jangan di depan papan tulis aja, kamu sebagai guru tahu institusi pendidikan itu? Apa itu pendidikan? Apa itu sekolah?’,” tutur Aisyah menirukan nasihat Natsir.

Baca Juga: Polemik A. Hassan dan Natsir dengan Soekarno Menyoal Ataturk

2. Halus dan Bijaksana


Dalam mendidik, Aisyah menyebut Natsir sangat halus dan bijaksana serta jarang marah. Jika harus marah, kemarahan itu dimaksudkan untuk mendidik.

“Beliau halus dan bijaksana. Kalau beliau marah, tapi marah itu mendidik. Marah bukan dengan kata-kata kasar, tapi marah dengan kata-kata mendidik. Sehingga, orang itu akhirnya merasa bahwa inilah yang harus dilakukan,” ungkap Aisyah.

3. Sangat Perhatian kepada Tamu

Dalam hal keuangan pun begitu. Pak Natsir sangat teliti. Beliau bukan ahli keuangan, tapi terbiasa merinci setiap pengeluaran. Misal saat ada tamu. Tidak ada beda pejabat atau rakyat biasa. Semua diperlakukan sama, penuh perhatian.

Pak Natsir akan mengecek terlebih dahulu jumlah tamu Termasuk sopir jika yang datang adalah pejabat. Setelah itu, semua jenis makanan dirinci dengan baik lengkap dengan biaya hingga porsi.

Baca Juga: Pemikiran M Natsir: Pancasila Tidak Boleh Diisi Nilai-nilai yang Bertentangan dengan Islam

“Baru setelah itu minta biaya. Lalu, dicek lagi itu makanannya bagaimana. Beliau sangat teliti,” kata Aisyah.

“Misal, kalau ada rapat malam-malam, itu pasti para tamu-tamu itu membawa kendaraan. Mereka bawa sopir. Jadi, belum mulai rapat, sopir-sopir itu sudah dikasih makan dan kopi. Jadi, mereka sangat senang kalau datang ke rumah,” imbuhnya.

4. Tidak Punya Warisan Harta

Pak Natsir merupakan sosok yang sangat perhatian kepada keempat menantunya. Aisyah menyebut keempat putri beliau tidak mendapat warisan. Itu bukan karena tidak perhatian, tapi percaya bahwa sang suami mampu bertanggung jawab.

“Aba itu percaya bahwa suami bertanggung jawab bisa menafkahi istrinya. Tapi, kepercayaan itu diikuti dengan perhatian. Jangan mengabaikan. Aba selalu memperhatikan, tapi tidak pernah menuntut kami harus bagaimana,” tutur Aisyah.

Baca Juga: Menparekraf Apresiasi Rumah Mohammad Natsir sebagai Destinasi Sejarah

Meski tak mewariskan harta, Natsir mewariskan ilmu dan keteladanan kepada putri-putrinya.

5. Tidak Pernah Memanfaatkan Jabatan

M Natsir adalah orang penting di Republik ini. Dia pernah menjadi Perdana Menteri, memimpin Liga Muslim Dunia dan Partai Masyumi, ikut serta pendirian Universitas Islam Indonesia (UII), hingga memimpin DDII.

Tapi, Pak Natsir tidak pernah memanfaatkan jabatan itu untuk kepentingan pribadi maupun untuk keluarga. Aisyah mencontohkan perihal haji. Saat memimpin DDII, beliau mendapat kuota fasilitas haji rata-rata 100 orang per tahun. Tapi, kuota itu tidak pernah diberikan kepada keluarganya.

“Di Dewan Dakwah, ada sekitar 100 fasilitas haji dari Arab Saudi. Tapi tidak pernah diberikan kepada anak maupun keponakan. ‘Hajilah dengan biaya sendiri’. Alhamdulillah, kami haji dengan biaya sendiri,” kata Aisyah.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 30 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)