Gus Baha, ulama kharismatik asal Jepara, dengan santai merespons isu viral tentang Gus palsu dalam acara Ngaji Bareng UII. Melalui guyonan cerdas dan dalil yang tepat, beliau menegaskan keasliannya sebagai Gus sejati, sambil membuktikan kapasitas keilmuannya dalam bidang tafsir Al-Quran.
Di tengah merosotnya demokrasi dan memudarnya peran agama di Indonesia dan sejumlah negara, Universitas Islam Indonesia (UII) meluncurkan Pusat Studi Agama dan Demokrasi. Pusat Studi Agama dan Demokrasi lahir atas kerja sama UII Yogyakarta dengan MMD Initiative, lembaga kajian di bidang keadilan dan demokrasi yang berdiri sejak tahun 2014 di Jakarta.
Guru Besar Universitas Islam Indonesia Mahfud MD mengatakan, Perguruan Tinggi harus berperan aktif dalam mencetak kader bangsa untuk menjaga NKRI dengan semangat hubbul wathon.
Rektor Universitas Islam Indonesia (UII), Fathul Wahid, menegaskan, fikir dan zikir merupakan pondasi utama pembangunan peradaban Islam. Namun, umat Islam saat ini hanya berhenti di aktivitas zikir saja, dan tidak terlalu memperhatikan aktivitas ilmiah.
Perguruan Tinggi di Indonesia awalnya didirikan oleh penjajah Belanda. Basis pendidikannya yang sekuler, membuat umat Islam di Indonesia ingin mendirikan Perguruan Tinggi Islam.
Nilai-nilai rahmatan lil alamin dalam Islam sejalan dengan kosmopolitanisme, di mana pada hakikatnya manusia terikat oleh solidaritas global lintas batas geografis dan budaya. Menurut Rektor UII, Prof Fathul Wahid, itulah saalah satu faktor kejayaan peradaban Islam.
Cendekiawan Yudi Latif, menilai, kebangkitan dan kejatuhan suatu peradaban atau bangsa, dipengaruhi dua faktor penting yakni faktor determinan yang terwariskan dan faktor determinan modal manusia. Ini bisa dilihat dari sejarah perkembangan peradaban masa lalu.
Kedua penyaji mendiskusikan dan membahas berbagai hal, termasuk efektivitas kebahagiaan dalam beragama. Hal tersebut sekaligus memposisikan Islam sebagai wadah untuk meraih kebahagiaan dan kedamaian itu sendiri.
Pihak panitia menyediakan 1000 peserta sesuai dengan kapasitas auditorium. Mereka bukan hanya mahasiswa dan civitas UII, namun juga dari kalangan masyarakat umum.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII, Dr Rohidin membuka paparannya bahwa sebagai makhluk ciptaan Allah Swt, sudah seharusnya bagi manusia untuk selalu saling bahu membahu ke ranah yang positif.
Universitas Islam Indonesia (UII) berdiri megah di bawah kaki Gunung Merapi. Pendirian UII tidak terlepas dari cita-cita para pendiri bangsa seperti Moh. Hatta, KHA Muzakkir, Moh Roem, Moh Natsir, KH Wahid Hasyim, serta rekan-rekan lainnya.