LANGIT7.ID, Jakarta - Direktorat Pendidikan dan Pembinaan Agama Islam (DPPAI) Universitas Islam Indonesia (UII) menyelenggarakan 'Forum Silaturahim Pemilik Kost' sekitar kampus UII. Agenda ini diadakan sebagai upaya menjaga mahasiswa dari pergaulan negatif.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan dan Alumni UII, Dr Rohidin membuka paparannya bahwa sebagai makhluk ciptaan Allah Swt, sudah seharusnya bagi manusia untuk selalu saling bahu membahu ke ranah yang positif. Inilah yang menjadi latar belakang pentingnya membangun lingkungan islami.
“Kita menyediakan pondokan itu tidak semata mata hanya kebutuhan materi saja, tetapi jauh lebih dari itu, kita ingin bersama sama berjihad di jalan Allah, perlu kami sampaikan bahwa tahun ini Fakultas Hukum dengan jumlah sekitar 4000-an mahasiswa telah bergabung ke kampus terpadu. Untuk itu keluarga kita menjadi bertambah,” ujar Rohidin.
Baca Juga: Perguruan Tinggi Diminta Tumbuhkan Kemampuan Digital dan Kewirausahaan Generasi MudaDilansir laman resmi UII, Rabu (2/3/2022), Rohidin menginginkan sinergitas pemilik kos dengan universitas menjaga mahasiswa dengan menciptakan ekosistem yang islami. “Dengan bertambahnya keluarga besar UII, tentu saja akan merepotkan Bapak Ibu pengelola pondokan, kami juga sudah berusaha semaksimal mungkin, baik itu dengan cara membuat berbagai regulasi untuk menjaga anak menjadi berguna dan bermanfaat,“ ujarnya.
Rektor UII Prof Fathul Wahid mengemukakan mengenai kebijakan perkuliahan pada awal semester genap ini. Disampaikan Prof Fathul bahwa pihak UII merancang regulasi terkait dengan kebijakan pembelajaran luring untuk mahasiswa. Akan tetapi, kebijakan tersebut tergantung dengan kondisi algoritma Covid-19 di Indonesia.
Baca Juga: Universitas Islam Indonesia, Cita-cita Pendiri Bangsa Lawan Hegemoni Pendidikan Belanda“Kita semester lalu telah merancang kebijakan mengenai kuliah luring, akan tetapi kebijakan UII ini tergantung dengan keadaan. Sementara informasi melalui data yang kami terima saat ini, jumlah mahasiswa yang memilih kelas luring per tujuh maret 2022 itu ada 9125 orang, jadi sekitar 28 ribu masuk datanya ke kami, tentu kalau kita lihat data itu sudah mencapai sepertiga dari jumlah mahasiswa UII,” kata Prof Fathul.
Baca Juga: Berbagi Ilmu untuk Pemerataan Pendidikan di Charity Learning Festival(zhd)