LANGIT7.ID-Jakarta; Muhammadiyah menegaskan langkah seriusnya dalam mendorong dakwah ramah lingkungan melalui kegiatan Training of Trainers (ToT) Audit Energi yang digelar Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat pada Selasa (19/8) di SM Tower, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti lebih dari 100 kader Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah.
Ketua PP Muhammadiyah, Dahlan Rais, menyampaikan bahwa isu lingkungan bukan lagi hal pinggiran, melainkan bagian dari amanah moral sekaligus tanggung jawab keagamaan. Ia menekankan bahwa seluruh elemen masyarakat harus bersinergi menjaga bumi.
“Kerusakan lingkungan adalah akibat ulah manusia. Allah sudah memberi tanda-tanda jelas. Tugas kita merangkul semua pihak untuk bergerak bersama menjaga bumi,” ungkapnya dalam keterangan resmi, Rabu (20/8/2025).
Acara tersebut juga dihadiri Sekretaris LPCRPM PP Muhammadiyah, Isngadi Marwah Atmadja, dan Direktur 1000 Cahaya Hening Parlan.
Transisi Energi Jadi KeniscayaanMelalui ToT ini, peserta dibekali keterampilan untuk melakukan audit energi di masjid, sekolah, hingga kantor Muhammadiyah. Materi yang diberikan meliputi efisiensi penggunaan listrik serta pemanfaatan energi terbarukan agar lahir kader pionir yang bisa menggerakkan perubahan dari tingkat akar rumput.
Hening Parlan menegaskan bahwa perubahan ke arah energi bersih tidak bisa ditunda.
“Transisi energi adalah keniscayaan. Muhammadiyah harus jadi pelopor pengurangan dampak kerusakan lingkungan. Energi alternatif seperti tenaga surya bukan pilihan tambahan, tapi kebutuhan mendesak,” tegasnya.
Mendukung Pemerintah dan PLNSementara itu, Wakil Ketua Majelis Lingkungan Hidup PP Muhammadiyah, Gatot Supangkat, meluruskan anggapan bahwa gerakan ini menolak energi fosil. Ia menegaskan program Muhammadiyah justru bersinergi dengan pemerintah dan PLN untuk mewujudkan penyediaan energi bersih.
“Sejuk bumiku, nyaman hidupku, aman masa depan anak cucu kita. Muhammadiyah hadir untuk memperkuat, bukan melemahkan, upaya bangsa menuju energi bersih,” ujarnya.
Isngadi Marwah Atmadja menambahkan, transisi energi tidak semata soal penghematan biaya, melainkan misi besar menjaga keberlangsungan bumi. Ia juga mengingatkan pengalaman pandemi Covid-19 yang membuat kualitas udara membaik ketika mobilitas manusia berkurang, kontras dengan situasi saat ini.
(lam)