Kampus UII menyebut contoh kemunduran demokrasi yang dirasakan adalah kebebasan berpendapat dan berekspresi semakin terancam dengan meningkatnya kasus intimidasi, ancaman kriminalisasi, dan pembungkaman terhadap aktivis, seniman, akademisi, serta jurnalis.
Di tengah merosotnya demokrasi dan memudarnya peran agama di Indonesia dan sejumlah negara, Universitas Islam Indonesia (UII) meluncurkan Pusat Studi Agama dan Demokrasi. Pusat Studi Agama dan Demokrasi lahir atas kerja sama UII Yogyakarta dengan MMD Initiative, lembaga kajian di bidang keadilan dan demokrasi yang berdiri sejak tahun 2014 di Jakarta.
Ragam masalah yang dihadapi umat manusia semakin kompleks dengan variabel yang bervariasi. Kompleksitas masalah tersebut membutuhkan pendekatan riset baru dengan melibatkan beragam kepakaran untuk mendesain solusi yang efektif.
Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Keagamaan & Alumni UII, Dr Rohidin membuka paparannya bahwa sebagai makhluk ciptaan Allah Swt, sudah seharusnya bagi manusia untuk selalu saling bahu membahu ke ranah yang positif.
Rektor Universitas Islam Indonesia Internasional (UIII), Prof Komaruddin Hidayat, menegaskan, hijrah tidak boleh dibawa ke pengertian sempit, hanya sekedar seremonial semata dalam perayaan tahun baru hijriyah. Hijrah menunjukkan etos gerak yang dinamis.