Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Selasa, 26 Mei 2026
home masjid detail berita

Ngaji Tafsir Al-Qur'an, Gus Baha dan TGB Bahas Kedamaian Beragama

Priyo Setyawan Senin, 20 Juni 2022 - 20:15 WIB
Ngaji Tafsir Al-Qur'an, Gus Baha dan TGB Bahas Kedamaian Beragama
Gus Baha bersama Tuan Guru Bajang (TGB) dalam acara Ngaji Tafsir Al-Quran di Auditorium Kampus Universitas Islam Indonesia. (Foto: Langi7.id/Priyo Setiawan)
LANGIT7.ID, Sleman - Universitas Islam Indonesia (UII) menggelar Ngaji Tafsir Al Quran bersama Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) dan Muhammad Zainul Majdi (Tuan Guru Bajang). Ngaji Tafsir Al-Qur'an ini digelar di Auditorium Abdulkahar Mudzakkir Kampus Terpadu UII, Jalan Kaliurang Km 14,5 Ngemplak, Sleman, Senin (20/6/2022).

Dalam pantauan Langit7.id, kedua penyaji mendiskusikan dan membahas berbagai hal, termasuk efektivitas kebahagiaan dalam beragama. Hal tersebut sekaligus memposisikan Islam sebagai wadah untuk meraih kebahagiaan dan kedamaian itu sendiri.

Baca Juga: Rektor UII: Agama Harus Dipandang Hal yang Membahagiakan, Bukan Menakutkan

Gus Baha dalam pemaparannya, menjelaskan makna kebahagiaan ini menceritakan kisah di dalam Al-Qur’an tentang pertemuan sakral nabi Musa dengan Allah SWT. Yang mana diceritakan bahwa Allah SWT bertanya kepada Nabi Musa perihal barang yang dibawa olehnya.

Menurut Gus Baha, kejadian tersebut agar Nabi Musa merasa damai dan bahagia saat bertemu dengan Allah SWT. "Jadi menurut banyak pakar analis, Allah SWT itu menghilangkan groginya Nabi Musa, sehingga bertanya yang ringan ringan," kata Pengasuh Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an (LP3iA) itu.

Gus Baha juga berpendapat bahwa setiap orang memiliki ciri khas tersendiri dalam menyukai sesuatu, misalnya dalam mencintai Nabi Muhammad SAW. Gus Baha mengatakan para sahabat mencintai Nabi dengan cara yang berbeda-beda.

"Ada sahabat yang selalu ingin didekat Nabi dan tahu kegiatan sehari-hari Nabi, bahkan lekukan-lekukan di wajah Nabi. Tapi ada juga sahabat yang jarang bertemu Nabi, bahkan tidak pernah bertemu Nabi dengan berbagai alasan tertentu. Seperti halnya takut mengganggu, atau memberi rasa hormat dengan menundukan kepala," ujarnya.

"Jadi agama nggak perlu repot-repot, setiap orang itu memiliki caranya tersendiri dalam mencintai sesuatu. Jangan mengira satu bentuk kebahagiaan itu dibentuk dalam satu versi saja," ucap Dewan Penasehat Pusat Studi Tafsir Al-Quran dan Hadis UII ini.

Baca Juga: Ngaji Tafsir Al-Quran Gus Baha dan TGB di UII Diikuti Ribuan Peserta

Sementara itu, Tuan Guru Bajang menjelaskan kehadiran Islam di tengah-tengah masyarakat itu tidak lain untuk memberikan kebahagiaan di dunia maupun akhirat. Bukti dari kebahagiaan tersebut tidak lain turunnya Al-Qur’an atas kemurahan zat Allah SWT yang telah memberikan pedoman hidup bahagia melalui firman-firmannya.

Akan tetapi melihat dari fenomena sosial yang ada, tidak sedikit dari kaum muslim yang membuat agama seolah-olah dibungkus menjadi suatu dogma yang menyulitkan. Hal ini yang menjadikan agama terlihat kurang relevan di tengah masayarakat kita.

"Tanpa sadar kita menyulitkan hidup kita dalam bentuk agama. Jadi seolah-olah agama itu menyulitkan. Jika kita merasa sumpek dengan keislaman kita, maka itu bukan salah agama ataupun Al-Qur’an, tapi itu kekeliruan kita dalam beragama," ungkap Ketua Umum PB Nahdiatul Wathan Diniyah Islamiyah itu.

Menuut TGB, saat ini banyak dari masyarakat muslim yang memperkarakan persoalan persoalan mubahah (tersier) ketimbang perosalan wajib (fardhu ain) ataupun fardhu kifayah. "Ulama mengatakan ada istilah agama dibalik-balik. Fardhu kifayah dan fardhu ain ditinggalkan. Justru hal-hal yang dibolehkan yang dipersoalkan bahkan dibahas habis-habisan," tuturnya.

Baca Juga:

Gus Yusuf : Cinta Nabi, Teladani Akhlakul Karimah

Gus Baha: Semua Hukum Ada dalam Al-Quran, Meski Tidak Tekstual


(asf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Selasa 26 Mei 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:53
Ashar
15:14
Maghrib
17:47
Isya
19:00
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)