Kisah Nabi Musa dalam al Quran memperlihatkan manusia agung yang tak luput dari keterpelesetan. Dari pembunuhan tak sengaja hingga ledakan amarah, tobat menjadi penyangga moral dalam jejak keras perjuangannya.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemberantasan korupsi anggaran pendidikan tidak bisa terjadi sekejap. Saya tidak punya tongkat Nabi Musa, ujarnya sembari mengingatkan praktik markup dan meminta pejabat mengawasi anggaran secara ketat.
Al-Quran tak hanya menyeru iman, tapi juga kolaborasi. Dari Musa dan Harun hingga Zulqarnain, kisah-kisahnya menunjukkan bahwa kekuatan umat lahir dari kerja sama dan saling menolong.
Dalam bayang-bayang tirani Firaun, seorang kakak perempuan diam-diam mengawal peti berisi Musa. Kisah ini menyingkap keberanian, strategi, dan peran perempuan dalam sejarah penyelamatan yang agung.
Air Sungai Nil jadi saksi kepasrahan seorang ibu. Demi ilham Ilahi, ia hanyutkan bayinyasebuah ketaatan yang mengalahkan naluri, dan janji Allah pun jadi penghibur hatinya.
Saat haus dan lelah, Musa menolong tanpa pamrih. Kisah di balik doa dan pertemuan itu mengajarkan: kebaikan sejati tak butuh panggung, hanya hati yang lapang dan iman yang teguh.
Di depan umum, Uhaihah berpura-pura meratap. Ia menuduh pembunuhan dilakukan oleh orang-orang kota sebelah. Warga pun tersulut. Dua kota yang bertetangga itu bersiap saling menyerbu.
Sebanyak 136 kali namanya disebut dalam Kitab Suci Al-Quran, terbanyak dibanding nabi-nabi lain. Kisahnya bukan sekadar sejarah, tapi pancaran spiritual yang tetap menyala bagi umat Islam hari ini.
Kami tidak mengutus seorang Rasul pun sebelum kamu, kecuali Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Tuhan selain Aku, maka sembahlah Aku (QS Al-Anbiya' 21: 25)
Maka Musa mengejarnya, sambil berteriak: Wahai batu bajuku, wahai batu bajuku!, sedangkan kaumnya yang sedang memperhatikan dirinya akhirnya melihat Musa berada tanpa berpakaian.
Pengembaraan Ibrahim membuat ia dan keluarganya sampai ke Palestina atau Kanan. Suku-suku yang mendiami Kanan atau Palestina pada saat Ibrahim tiba, di antaranya adalah suku Kananit, Moabit, Amelekit dan Amorit.