LANGIT7.ID, Semarang - Diriwayatkan dari sahabat Anas bin Malik Ra, Rasulullah SAW pernah bersabda,
”Man ahya Sunnati, faqod akhabbani. Wa man akhabbani kanaa ma ifil jannah, “. Arti dari hadist tersebut adalah
“Siapa yang menghidupkan sunahku, Maka dia cinta kepadaku. Dan siapa yang cinta kepadaku, besok kelak akan menjadi penghuni surga bersamaku,” (HR Tirmizi, alMarwazi, At Thabrani, Al lalika’i, Ibn Bathah). Menurut pengasuh Pondok Pesantren API Tegal Rejo Magaleng KH M Yusuf Chudhori, sebagai ummat Nabi Muhammad SAW jika ingin bersama nabi di akhirat, tidak hanya sekadar diucapkan melalui lesan saja dengan sholawatan, tapi juga perlu dibuktikan.
Baca juga: Tafsir Al Kautsar Ayat 1-3: Shalat dan Qurban Semata karena Allah“Cinta itu, walaupun diucapkan, harus juga dibuktikan. Meski baca sholawat, dibuktikan, saya dan
njenengan ikut perintah nabi. Ikut
kanjeng nabi, ikuti perintah nabi dan jauhi larangan-larangan nabi SAW,” kata Gus Yusuf di Gus Yusuf Channel, dikutip Ahad (19/6/2022).
Menurutnya, yang utama harus diikuti dari Rasulullah itu adalah akhlaqnya. Karena saat ini ada yang menggunakan pakaian seperti
kanjeng nabi, ke sana kemari jubahan dan surbanan. Itu dulu yang pernah dipakai oleh Rasulullah dan itu benar. Tapi perlu diingat bahwa Abu Jahal dan Abu Lahab juga pakai surban dan jubah.
“Abu Jahal dan Abu Lahab musuh nabi atau bukan?. Jadi jubah surban itu ageman orang Arab dan orang Arab banyak warnanya. Jubahan surbanan, bahasa Arab monggo. Akhlaq harus baik, tutur kata lembut, murah senyum, lembah manah, budi pekerti bagus,” ucapnya.
Baca juga: Anjuran Mandi Jumat bagi Muslimin, Ini Kata Khalid BasalamahPernah suatu ketika, saat Rasulullah SAW duduk-duduk dengan sahabat, ada yang matur bertanya, "Kanjeng nabi, kapan tiba hari kiamat?" tanya orang tersebut.
Kemudian nabi kaget dan bertanya kepada penanya tersebut dan diminta berdiri. Kemudian ditanya nabi, “Apa kamu siap menghadapi hari kiamat?,” tanya rasul.
Dijawab orang tadi, ”Sudah (siap) sampun ya rasul,”.
(sof)