LANGIT7.ID-, Jakarta - -
Tidur adalah cara untuk mengembalikan energi setelah menjalani kesibukan-kesibukan dunia. Lewat tidur, otot-otot yang tegang akibat aktivitas harian bisa diistirahatkan.
Allah SWT berfirman,
وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ لِبَاسًا وَٱلنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ ٱلنَّهَارَ نُشُورًا
Wa huwallażī ja'ala lakumul-laila libāsaw wan-nauma subātaw wa ja'alan-nahāra nusyụrāArtinya: Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat, dan Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha (
QS. Al-Furqon: 47).
Baca juga: 4 Waktu Tidur yang Dilarang Islam, Begini Penjelasan IlmiahnyaDalam tafsir Tafsir Al-Mukhtashar / Markaz Tafsir Riyadh, di bawah pengawasan Syaikh Dr. Shalih bin Abdullah bin Humaid, Imam Masjidil Haram, ayat tersebut menjelaskan bahwa Dia lah Allah yang menjadikan waktu malam untuk kalian seperti halnya pakaian yang menutupi kalian dan menutupi berbagai hal, Dia lah yang menjadikan tidur untuk kalian sebagai waktu istirahat dari berbagai kesibukan, dan Dia pula lah yang menjadikan siang bagi kalian sebagai waktu untuk berangkat kerja.
Di dalam Islam, ada waktu-waktu yang dianjurkan untuk tidur karena mengandung fadilah kesehatan. Namun ada pula waktu yang dilarang atau dihindari karena berdampak buruk, baik secara spiritual maupun kesehatan.
Berikut waktu tidur yang disarankan dalam Islam, yaitu:
1. Qailulah Buku "The Mirror of Mohammed" karya Abdul Ghafar Chodri mengatakan
qailulah atau tidur sejenak pada pertengahan siang hari merupakan sunnah yang dilakukan dan dianjurkan oleh Rasulullah. Bahkan, para sahabat juga biasa melakukan tidur singkat menjelang waktu Dzuhur ini.
Nabi Muhammad SAW dan para sahabat dikenal membiasakan qailulah untuk menyegarkan tubuh serta meningkatkan daya fokus.
Rasulullah SAW bersabda: "Lakukanlah qailulah, karena setan tidak melakukan qailulah." (HR. Thabrani).
Hadits tersebut menjelaskan bahwa tidur siang tak hanya bermanfaat bagi tubuh, tapi juga sarana untuk menjaga semangat ibadah.
2. Tidur setelah Isya Seorang sahabat pernah bertanya pada Aisya ra perihal cara Rasulullah SAW menjalankan shalat di malam hari. Ummul mukminin Aisyah ra menjelaskan:
"Rasulullah SAW tidur di awal malam dan bangun di akhir malam".
Baca juga: Waktu Tidur Siang saat Puasa Ramadhan supaya Bernilai IbadahNamun sebelum tidur, Rasulullah SAW menunaikan
shalat Isya terlebih dulu. Dalam Shahih Al-Bukhari disebutkan bahwa Rasulullah tidak senang tidur sebelum menjalankan shalat Isya.
"Sesungguhnya Rasulullah SAW, membenci tidur sebelum (shalat) Isya". (HR Bukhari dan Muslim).
Hal tersebut dipertegas oleh kesaksian istri beliau, Aisyah ra:
"Rasulullah SAW tidak tidur sebelum Isya dan tidak berbincang-bincang setelahnya".
Sementara, waktu tidur yang dilarang atau tidak disarankan Nabi Muhammad SAW, yaitu:
1. Tidur setelah subuh hingga matahari terbutDalam Islam, waktu pagi diyakini sebagai momentum turunnya keberkahan baik dalam hal rezeki maupun usia. Jadi, bagi mereka yang tidur di waktu ini dikhawatirkan akan kehilangan berkah yang semestinya didapat.
Habib Zain bin Smith menjelaskan:
النوم بعد الصبح يذهب بركة الرزق والعمر لأن بركة هذه الأمة فى البكور وهو بعد صلاة الفجر إلى طلوع الشمس
Artinya: Tidur setelah Subuh menghilangkan berkah rezeki dan berkah umur, sebab berkahnya umat ini ada di waktu pagi, yakni waktu setelah shalat Subuh sampai terbitnya matahari (Habib Zain bin Smith, Fawaid al-Mukhtarah, hlm. 590).
Baca juga: Catat, Ini Waktu Tidur Paling Baik Menurut Islam2. Tidur setelah masuk waktu Ashar Tidur setelah masuk Ashar disebut memiliki dampak negatif pada kondisi mental atau daya pikir seseorang.
Dalam salah satu hadis disebutkan:
مَنْ نَامَ بَعْدَ الْعَصْرِ فَاخْتُلِسَ عَقْلُهُ فَلَا يَلُومَنَّ إِلَّا نَفْسَهُ
Artinya: Barang siapa tidur setelah waktu Ashar, lalu hilang akalnya, maka jangan pernah salahkan kecuali pada dirinya sendiri (HR Ad-Dailami).
Meski para ulama menilai hadits ini berstatus dhaif (lemah), namun tetap dapat dijadikan anjuran dalam ranah
fadla’il al-a’mal (amal-amal utama).
3. Tidur sebelum menjalankan shalat Isya Dalam sebuah hadis shahih disebutkan bahwa Rasulullah SAW tidak menyukai kebiasaan tidur sebelum Isya, maupun menghabiskan waktu dengan percakapan setelahnya:
كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ العِشَاءِ وَالحَدِيثَ بَعْدَهَا
Artinya: Sesungguhnya Rasulullah tidak senang tidur sebelum shalat Isya dan berbincang-bincang setelah shalat Isya (HR al-Bukhari).
Alasannya, tidur sebelum shalat Isya dapat menyebabkan seseorang melewatkan waktu beribadah akibat tidur terlalu lama.
Sebab itu, sebaiknya segerakan shalat Isya sebelum tidur. Ini menjadi bagian penting dari adab tidur dalam Islam.
(est)