Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 19 Juli 2026
home masjid detail berita

Doa Asyura: Mengurai Harap di Tanggal 10 Muharram

miftah yusufpati Sabtu, 28 Juni 2025 - 17:19 WIB
Doa Asyura: Mengurai Harap di Tanggal 10 Muharram
Di hari Asyura, doa menjadi jalan pulang. Ilustrasi: AI
LANGIT7.ID-Dibaca setiap tahun di hari Asyura, doa ini melampaui batas teks. Ia jadi cermin ketundukan umat kepada Tuhan, dan pengingat akan nasib para nabi yang diselamatkan dalam hari-hari genting.

Pada 10 Muharram, lidah-lidah yang berdoa terdengar serempak di banyak surau dan majelis taklim di seluruh pelosok Indonesia. Hari Asyura, demikian sebutannya, menjadi penanda waktu yang sarat makna: hari Nabi Musa selamat dari kejaran Firaun, hari Nabi Yunus dikeluarkan dari perut ikan, dan hari ketika banyak amalan diyakini mendapat ganjaran istimewa.

Salah satu amalan yang tetap dilestarikan adalah membaca doa khusus. Dalam khazanah Islam Nusantara, doa ini termaktub dalam kitab Kanzun Najah was Surur karya Syekh Abdul Hamid bin Muhammad Ali Kudus bin Abdil Qadir. Bagi sebagian orang, doa ini tak hanya sebagai ritual, melainkan jembatan antara sejarah spiritual dan harapan personal.

Baca juga: Kisah Nabi Nuh: Ketika Bahteranya Terdampar di Bukit Judi pada Bulan Asyura

Berikut redaksi lengkap doa tersebut:

اللَّهُمَّ يَا مُفَرِّجَ كُلِّ كَرْبٍ، وَيَا مُخْرِجَ ذِي النُّونِ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا جَامِعَ شَمْلِ يَعْقُوبَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا غَافِرَ ذَنبِ دَاوُدَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا كَاشِفَ ضُرِّ أَيُّوبَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا سَامِعَ دَعْوَةِ مُوسَى وَهَارُونَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا خَالِقَ رُوحِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حَبِيبِكَ وَمُصْطَفَاكَ يَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَيَا رَحْمَنَ الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنتَ، إِقْضِ حَاجَاتِنَا فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، وَأَطِلْ أَعْمَارَنَا فِي طَاعَتِكَ وَمَحَبَّتِكَ وَرِضَاكَ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَأَحْيِنَا حَيَاةً طَيِّبَةً، وَتَوَفَّنَا عَلَى اْلإِسْلاَمِ وَاْلإِيمَانِ، يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِينَ، وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِين.

Allahumma yā mufarrija kulla karbin, wa yā mukhrija dzinnūn yauma ‘Āsyūrā’, wa yā jāmi’a syamli Ya’qūba yauma ‘Āsyūrā’, wa yā ghāfira dzanbi Dāwūda yauma ‘Āsyūrā’, wa yā kāsyifa dhurra Ayyūba yauma ‘Āsyūrā’, wa yā sāmi’a da’wati Mūsā wa Hārūna yauma ‘Āsyūrā’, wa yā khāliqa rūḥi Sayyidinā Muḥammadin ṣallallāhu ‘alaihi wa sallama ḥabībika wa muṣṭafāka yauma ‘Āsyūrā’, wa yā Raḥmāna al-dunyā wa al-ākhirah, lā ilāha illā anta, iqdhi ḥājātinā fī al-dunyā wa al-ākhirah, wa aṭil a’māranā fī ṭā‘atika wa maḥabbatika wa riḍāka, yā arḥama al-rāḥimīn, wa aḥyinā ḥayātan ṭayyibah, wa tawaffanā ‘ala al-islāmi wa al-īmān, yā arḥama al-rāḥimīn, wa ṣallallāhu ‘alā Sayyidinā Muḥammad wa ‘alā ālihi wa ṣaḥbihi wa sallam, wa al-ḥamdu lillāhi rabb al-‘ālamīn.

Artinya:

"Ya Allah, wahai Yang membebaskan segala kesulitan. Wahai Yang melepaskan Dzin-Nun (Nabi Yunus) di hari Asyura. Wahai Yang menghimpun kembali yang berserak Nabi Ya’qub di hari Asyura. Wahai Yang mengampuni dosa Nabi Daud di hari Asyura. Wahai Yang menyembuhkan derita Nabi Ayyub di hari Asyura. Wahai Yang mendengar doa Nabi Musa dan Nabi Harun di hari Asyura. Wahai Yang menciptakan ruh Nabi Muhammad SAW di hari Asyura.

Wahai Yang mengasihi dunia dan akhirat. Tiada Tuhan selain Engkau. Kabulkanlah hajat-hajat kami di dunia dan akhirat. Panjangkanlah umur kami dalam ketaatan, cinta, dan keridhaan-Mu. Wahai Yang Maha Pengasih di antara yang pengasih. Hidupkanlah kami dalam kehidupan yang baik dan wafatkanlah kami dalam keislaman dan keimanan.

Wahai Yang Maha Pengasih di antara yang pengasih. Semoga shalawat dan salam tercurah kepada junjungan kami Nabi Muhammad beserta keluarga dan sahabatnya. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."

Baca juga: Lanjutkan Ibadah Puasa Sunnah Setelah Menjalankan Tasua dan Asyura

Simbol Harapan dan Doa

Meskipun doa ini tidak berasal dari hadis Nabi atau riwayat sahih yang baku, ia tetap bertahan sebagai bagian dari spiritualitas rakyat. Ia dibaca dalam irama yang syahdu, diaamiinkan bersama dalam barisan jamaah, dan menjadi momen permohonan yang paling tulus di awal tahun Hijriah.

Di hari Asyura, doa menjadi jalan pulang. Doa ini, dengan atau tanpa kekuatan sanad, tetap memuat harapan manusia akan keselamatan, rezeki, umur panjang, dan iman yang kokoh. Doa yang menjadi saksi bahwa meski zaman berubah, umat masih tahu ke mana mereka harus kembali: kepada Yang Maha Mendengar.

(mif)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 19 Juli 2026
Imsak
04:35
Shubuh
04:45
Dhuhur
12:03
Ashar
15:24
Maghrib
17:56
Isya
19:09
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan