Kontroversi Gus Miftah tentang pedagang es teh mendapat tanggapan tidak langsung namun menohok dari TGB Zainul Majdi. Dengan membawa kisah Rasulullah yang mencium tangan kasar Muadz bin Jabal, TGB memberikan perspektif berbeda tentang kemuliaan setiap profesi halal dan pentingnya menjaga kesucian mimbar dakwah.
TGB memberikan masing-masing wisudawan dengan nilai mumtadz (cumlaude) tersebut sebesar USD500 atau setara Rp7,7 juta. Dia berharap mereka sukses dalam langkah ke depan.
Menurut Tuan Guru Banjang, satu tempat yang menjadi tempat bernaung semua golongan yakni masjid. Dia menilai, masjid sebagai tempat terakhir untuk mendapatkan kenyamanan dan keamanan dari hiruk-pikuk perbedaan.
Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI), TGH Muhammad Zainul Majdi alias Tuan Guru Bajang (TGB), meminta para pengurus pesantren untuk menjadikan pondok pesantren sebagai tempat ramah santri dan tak ada kekerasan yang berpotensi menimbulkan fitnah.
Tuan Guru Bajang (TGB) menyebut toleransi merupakan salah satu wujud keindahan Islam. Toleransi berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya. Ini penting diimplementasikan dalam kehidupan sosial, berbangsa, dan bernegara. Bukan dalam hal akidah dan ibadah.
Kedua penyaji mendiskusikan dan membahas berbagai hal, termasuk efektivitas kebahagiaan dalam beragama. Hal tersebut sekaligus memposisikan Islam sebagai wadah untuk meraih kebahagiaan dan kedamaian itu sendiri.
Pihak panitia menyediakan 1000 peserta sesuai dengan kapasitas auditorium. Mereka bukan hanya mahasiswa dan civitas UII, namun juga dari kalangan masyarakat umum.
Salah satu petinggi Indonesia Tourist Development Centre (ITDC) yang menemani TGB memberi penjelasan bahwa ia membawa tamu istimewa. Namun, anggota Brimob tersebut menegaskan ia hanya menjalankan tugasnya.
Dalam akun Instagram miliknya @tuangurubajang, TGB menyanjung Yusuf Mansur sebagai salah satu pionir gerakan penghapal Al-Qur'an di Indonesia bahkan mendunia.