TGB Soal Miftah: Ingat, Mimbar Itu Milik Nabi Muhammad, Yang Pakai Mimbar Itu Pinjam, Jadi Harus Hati Hati di Mimbar
tim langit 7Jum'at, 06 Desember 2024 - 15:00 WIB
LANGIT7.ID-Jakarta; Di tengah kontroversi viral dakwah Gus Miftah yang menyinggung profesi pedagang es teh, mantan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang (TGB) Zainul Majdi angkat bicara dengan pesan yang menggetarkan hati. Pernyataan TGB ini menjadi sorotan publik karena memberikan perspektif berbeda tentang bagaimana seharusnya pendakwah bersikap di atas mimbar.
"Keselamatan seorang manusia terletak pada bagaimana dia menjaga ucapan. Para tokoh agama yang menaiki mimbar pengajian, termasuk khutbah Jumat, harus ingat bahwa mimbar itu adalah mimbar milik Rasulullah SAW. Ketika kita menggunakannya, hakikatnya kita sedang meminjam mimbar nabi," tegas TGB Zainul Majdi dalam instagram pribadinya, Jumat (6/12/2024).
Pernyataan ini seolah menjadi tamparan keras bagi para pendakwah yang kerap melontarkan kata-kata kontroversial. TGB menekankan bahwa mimbar dakwah adalah tempat suci yang seharusnya diisi dengan konten bermartabat, bukan untuk merendahkan profesi apapun.
Lebih mengejutkan lagi, TGB membongkar fakta sejarah yang mencengangkan tentang bagaimana Rasulullah SAW justru sangat menghormati pekerja keras. "Sahabat Muadz bin Jabal ketika bersalaman dengan Nabi, tangannya kasar karena kerja keras. Rasulullah kemudian mencium tangan Muadz dan bersabda bahwa inilah tangan yang dicintai Allah dan Rasul-Nya," ungkapnya.
Momentum ini menjadi tamparan telak bagi mereka yang meremehkan profesi pedagang es teh atau pekerjaan lainnya. TGB menegaskan bahwa dalam Islam, kemuliaan seseorang tidak diukur dari jabatan atau status sosial, melainkan dari amal dan bagaimana seseorang mencari rezeki halal.
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”