Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Gus Baha: Semua Hukum Ada dalam Al-Qur'an, Meski Tidak Tekstual

Muhajirin Senin, 30 Mei 2022 - 07:22 WIB
Gus Baha: Semua Hukum Ada dalam Al-Qur'an, Meski Tidak Tekstual
KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha (foto: Istimewa)
LANGIT7.ID, Jakarta - Al-Qur'an adalah kitab suci umat Islam yang merupakan sumber hukum utama bagi seorang muslim. KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau akrab disapa Gus Baha menegaskan, pada dasarnya semua hukum sudah ada di dalam Al-Qur'an. Meski memang kadang hukum suatu perkara tidak tertulis secara tekstual.

Hal itu bisa ditemukan dalam tradisi keilmuan islam, di mana setiap kasus harus ada hujjah atau argumentasinya yang merujuk kepada Al-Qur'an.

"Islam itu dibela dengan argumentasi. Hujjah itu artinya argumentasi ilmiah," kata Gus Baha di kanal YouTube Santri Gayeng, Senin (30/5/2022).

Dia mencontohkan Saat Ali bin Abi Thalib berseteru dengan Muawiyah. Saat jeda pertempuran, Ali dan Muawiyah membuat perjanjian antara Amirul Mukminin dan penguasa Irak.

Baca Juga: Gus Baha: Pendakwah Harus Buat Masyarakat Senang dalam Belajar Agama

Sontak perjanjian tersebut membuat orang khawarij geram. Kala itu, khawarij masih pro-Ali. Mereka lalu mengkritik Ali dengan alasan tidak ada tertulis dalam Al-Qur'an tentang anjuran perjanjian damai.

"Ali tidak marah, dia enteng saja menjawab khawarij itu. Dia berkata kepada orang khawarij," kata Gus Baha. Ali lalu membaca ayat:

وَاِنْ خِفْتُمْ شِقَاقَ بَيْنِهِمَا فَابْعَثُوْا حَكَمًا مِّنْ اَهْلِهٖ وَحَكَمًا مِّنْ اَهْلِهَا ۚ اِنْ يُّرِيْدَآ اِصْلَاحًا يُّوَفِّقِ اللّٰهُ بَيْنَهُمَا ۗ اِنَّ اللّٰهَ كَانَ عَلِيْمًا خَبِيْرًا

"Dan jika kamu khawatir terjadi persengketaan antara keduanya, maka kirimlah seorang juru damai dari keluarga laki-laki dan seorang juru damai dari keluarga perempuan. Jika keduanya (juru damai itu) bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-istri itu. Sungguh, Allah Mahateliti, Maha Mengenal." (QS An-Nisa: 35)

Melalui ayat ini, Ali mengatakan kepada khawarij, "urusan suami-istri saja butuh mediator apalagi urusan antara saya dan Muawiyah. Urusan umat Muhammad lebih urgent daripada urusan suami-istri."

Akhirnya, orang khawarij menyadari bahwa keputusan Ali berdasarkan ayat dalam Al-Qur'an. Orang khawarij menginginkan ayat Al-Qur'an yang sharih atau tekstual. Mereka ingin teks ayat berbunyi, "Jika ada orang berkonflik."

"Ya tidak ada. Jika begitu maka sampai sekarang Al-Qur'an belum khatam karena selalu mengikuti. Lama-lama Al-Qur'an membahas WA dan medsos," turur Gus Baha.

Kalau semua di Al-Qur'an harus tekstual, maka harus, "bagaimana hukumnya mengaji jalalain, ada komentarnya. bagaimana hukumnya." tutur Gus Baha.

Ketika orang khawarij sudah menyingkir, Ali bin Thalib masyhur mengatakan, "Apakah kalian ingat ketika Nabi yang manusia terbaik mengadakan perjanjian dengan Suhail bin Amr?"

"Ingat, wahai Amirul mukminin." jawab orang khawarij.

"Suhail itu kafir atau tidak?" "Kafir!"

"Lha iya, nabi yang manusia terbaik saja mengadakan perjanjian dengan orang kafir (Suhail). Apalagi saya dengan Muawiyah yang sama-sama Islam, masa tidak boleh buat perjanjian?" ucap Gus Baha.

Sebab, menurut pemikiran orang khawarij, umat Islam harus tegas, yang bersalah harus dibasmi. Akhirnya para sahabat pun menangis ketika tahu betapa alimnya Ali bin Abi Thalib.

"Maka saya minta perbedaan apapun agar didiskusikan, jika tidak bisa maka biarkan saja. Kita tidak usah ikut-ikutan, nanti pasti yang haq akan mengalahkan yang bathil," ucap Gus Baha.

Baca Juga: Gus Baha: Alquran jadi Solusi Sampai Hari Kiamat

Hal tersebut digaransi dalam Al-Qur'an, bahwa setiap persoalan akan Allah beri jalan keluar.

قُلْ يَجْمَعُ بَيْنَنَا رَبُّنَا ثُمَّ يَفْتَحُ بَيْنَنَا بِالْحَقِّۗ وَهُوَ الْفَتَّاحُ الْعَلِيْمُ

"Katakanlah, “Tuhan kita akan mengumpulkan kita semua, kemudian Dia memberi keputusan antara kita dengan benar. Dan Dia Yang Maha Pemberi keputusan, Maha Mengetahui.” (QS. Saba: 26)

"Toh nanti akan ada pengadilan akhirat. Untuk apa tergesa-gesa di dunia, seperti tidak ada hari akhirat saja," pungkas Gus Baha.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ يٰٓاَهْلَ الْكِتٰبِ تَعَالَوْا اِلٰى كَلِمَةٍ سَوَاۤءٍۢ بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ اَلَّا نَعْبُدَ اِلَّا اللّٰهَ وَلَا نُشْرِكَ بِهٖ شَيْـًٔا وَّلَا يَتَّخِذَ بَعْضُنَا بَعْضًا اَرْبَابًا مِّنْ دُوْنِ اللّٰهِ ۗ فَاِنْ تَوَلَّوْا فَقُوْلُوا اشْهَدُوْا بِاَنَّا مُسْلِمُوْنَ
Katakanlah (Muhammad), “Wahai Ahli Kitab! Marilah (kita) menuju kepada satu kalimat (pegangan) yang sama antara kami dan kamu, bahwa kita tidak menyembah selain Allah dan kita tidak mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun, dan bahwa kita tidak menjadikan satu sama lain tuhan-tuhan selain Allah. Jika mereka berpaling maka katakanlah (kepada mereka), “Saksikanlah, bahwa kami adalah orang Muslim.”
QS. Ali 'Imran:64 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)