LANGIT7.ID, Yogyakarta - Cendekiawan
Yudi Latif, menilai, kebangkitan dan kejatuhan suatu peradaban atau bangsa, dipengaruhi dua faktor penting yakni faktor determinan yang terwariskan (
inherited factors) dan faktor determinan modal manusia (
human capital). Ini bisa dilihat dari sejarah perkembangan peradaban masa lalu.
Faktor determinan yang terwariskan itu meliputi geografi, geologi (sumberdaya alam, mineral) genealogi (
genetic), dan laku alam (pandemi, banjir, kekeringan).
“Misal, kebangkitan peradaban Amerika, itu tidak terlepas dari kondisi geografisnya yang relatif jauh dari Eropa dan Asia, sehingga proses
formative period-nya relatif aman dari ancaman kekuatan lain,” kata Yudi Latif dalam Kuliah Umum Pascasarjana Universitas Islam Indonesia (UII), Sabtu (5/11/2022).
Baca Juga: Yudi Latif: Agama Adalah Penuntun Ekonomi
Yudi Latif menjelaskan, dalam sejarah peradaban, inherited factors memang menentukan dalam pembangunan suatu peradaban. Akan tetapi,
human capital memiliki peranan penting dan paling menentukan.
“Sejarah peradaban menunjukkan, kalau kita bandingkan antara
inherited factors dan
human capital, yang paling menentukan itu adalah
human capital (modal manusia),” ujar Mantan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) itu.
Human capital itu meliputi dorongan untuk berprestasi dan memenuhi kepentingan diri, dorongan untuk meraih dan mempertahankan harta dan kuasa, kemampuan menabung dan berinvestasi, kemampuan belajar dari sejarah, relasi antargenerasi, kemampuan menunda kesenangan, dan invensi dan inovasi.
Secara umum, bangsa yang lebih unggul dalam kapasitas manusia yang berkaitan dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi akan lebih maju dan berpengaruh atas bangsa lain.
Baca Juga: Yudi Latif Ingin Kisah Orang Baik Jadi Teladan di Ruang Publik
Akan tetapi,
human capital mengandung implikasi yang luas. Hal yang diperlukan tidak hanya wawasan pengetahuan saja, perlu pula wawasan keterampilan. Namun, hal yang paling fundamental adalah wawasan di dalam karakter.
“Manusia yang memiliki tiga hal itu harus mampu menciptakan sistem tata kelola mental general, tata nilai, mental kultural, tata kelola negara, dan tata sejahtera ekonomi dan teknologi. Nah, perpaduan ini itulah yang menentukan gerak maju modal penting dalam menyongsong masa depan,” ujar Yudi Latif.
(jqf)