Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Sabtu, 18 April 2026
home global news detail berita

Yudi Latif: Agama Adalah Penuntun Ekonomi

fajar adhitya Senin, 29 Agustus 2022 - 05:00 WIB
Yudi Latif: Agama Adalah Penuntun Ekonomi
Yudi Latif saat memberikan sambutan di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. (foto: Suandri Ansah/ Langit7.id)
LANGIT7.ID, Jakarta - Cendekiawan Yudi Latif mengatakan bahwa agama memainkan peran penting dalam keberlanjutan ekonomi. Agama adalah penuntun moral guna mewujudkan ekonomi etis atau ekonomi manusiawi.

“Dalam rangka memenuhi pengandaian-pengandaian moral dari ekonomi itu, agama memainkan peran penting sebagai bintang penutun terhadap ekonomi etis, ekonomi manusiawi,” kata Yudi dalam Haul Cak Nur ke-17 Ahad (28/8/2022) di Kuningan, Jakarta Selatan.

Eks Kepala Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP PIP) ini mengawali orasinya dengan mengutip konsep ekonomi manusiawi oleh seorang ekonom Amerika yang dikenal sebagai “the Clinical Economics”, Jeffrey Sachs. Pada 2011, Sachs menulis buku berjudul “The Price of Civilization”.

Baca juga: Haul Cak Nur ke-17: Ingatkan Generasi Muda Selamatkan Komitmen Nasional

“Di dalam buku itu beliau mengingatkan me-highlight sesuatu yang sangat penting, yang sering kali mungkin memang di luar imajinasi para ekonom mainstream bahwa di akar terdalam dari krisis ekonomi Amerika itu adalah terletak krisis moral,” ungkapnya.

Menurutnya, pernyataan tersebut sejalan dengan corak pemikiran Nurcholish Madjid atau Cak Nur. Cak Nur di kala muda, kata Yudi, sering membahas bagaimana agama dapat mewujudkan perekonomian yang berkeadilan dan menghapus ketimpangan ekonomi.

“Beliau (Cak Nur) sering menggaris bawahi bahwa agama lebih dari sekadar urusan ubuddiyah atau peribadahan demi kebahagiaan di akhirat, tapi agama juga berkaitan bagaimana menciptakan kebahagiaan di dunia,” urai penulis buku Indonesian Muslim Intelligentsia and Power ini.

Yudi menambahkan, para khatib sering berdakwah dengan mengutip ayat 56 dalam surat Az-Zariyat dalam menjelaskan tujuan penciptaan manusia. Allah dalam firmannya mengatakan tidaklah Dia menciptakan jin dan manusia melainkan untuk beribadah.

“Pertanyaannya apakah ada yang tersisa bagi manusia? Apakah manusia berhak menentukan kebahagiaannya sendiri?” tanya Yudi.

Yudi lalu membaca ayat lain dalam Al-Qur'an. Surat Al-Qashash ayat 77 yang menyatakan bahwa Allah juga memerintahkan manusia untuk mewujudkan kebahagiaan di dunia. Ayat ini, lanjutnya, menjadi tuntunan bagaimana ekonomi moral dijalankan.

Baca juga: Sekularisasi Menurut Cak Nur: Tidak Menyakralkan Urusan Duniawi

“Kita diingatkan bahwa carilah kalian apapun yang dianugerahkan untuk kebahagiaan di kampung akhirat tapi jangan sekali-kali kalian melupakan kebahagiaan kamu di dunia. Berbuat baiklah terhadap satu sama lain, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Tangan di atas lebih baik dari tangan di bawah. Bersyukur dengan mengolah karunia sumber daya,” paparnya.

Namun, lanjutnya, dalam mengelola sumber daya jangan sampai merusak keseimbangan alam. Eksploitasi sumber daya yang menyebabkan kerusakan tidak hanya merusak keberlanjutan ekonomi, tapi juga mengancam generasi masa depan.

“Karena kalau kita berbuat boros, merusak ekosistem, ekonomi kita tidak berkelanjutan, tidak berkeadilan secara horizontal, tetapi juga kita tidak adil terhadap orang-orang yang hidup, generasi-generasi yang akan datang,” kata Yudi.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Sabtu 18 April 2026
Imsak
04:28
Shubuh
04:38
Dhuhur
11:56
Ashar
15:14
Maghrib
17:54
Isya
19:03
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ اِنَّ الْمَوْتَ الَّذِيْ تَفِرُّوْنَ مِنْهُ فَاِنَّهٗ مُلٰقِيْكُمْ ثُمَّ تُرَدُّوْنَ اِلٰى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُوْنَ ࣖ
Katakanlah, “Sesungguhnya kematian yang kamu lari dari padanya, ia pasti menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang gaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”
QS. Al-Jumu'ah:8 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)