Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home global news detail berita

Haul Cak Nur ke-17: Ingatkan Generasi Muda Selamatkan Komitmen Nasional

fajar adhitya Senin, 29 Agustus 2022 - 04:02 WIB
Haul Cak Nur ke-17: Ingatkan Generasi Muda Selamatkan Komitmen Nasional
Haul Cak Nur ke-17 diperingati dengan Orasi Budaya dari berbagai tokoh (foto: Suandri Ansah/Langit7.id)
LANGIT7.ID, Jakarta - Nur Cholish Madjid Society (NCMS) menggelar peringatan haul ke-17 tahun wafatnya cendekiawan muslim Nur Cholish Majdid atau Cak Nur bertajuk Ekonomi Manusiawi. Hadir selaku pembicara kunci Dato` Seri Anwar Ibrahim, Wakil Perdana Menteri Malaysia 1993-1998.

Ketua Dewan Pembina NCMS, Omi Komaria Madjid membuka acara dengan mengenang pesan kebangsaan Cak Nur sebelum wafat pada 29 Agustus 2005. Dua pekan sebelum wafat, Yudi Latif meminta Cak Nur berpidato untuk peringatan Kemerdekaan RI.

“Waktu itu Cak Nur dalam keadaan lemah, tapi Cak Nur motivasinya masih kuat. Cak Nur mengingatkan pada kita semua untuk menyelamatkan komitmen nasional,” kata istri Cak Nur tersebut, Ahad (28/8/2022).

Baca juga: Sekularisasi Menurut Cak Nur: Tidak Menyakralkan Urusan Duniawi

Omi menjelaskan, yang dimaksud komitmen nasional adalah negara yang berkeadilan, terbuka, dan demokratis. Menurut Cak Nur, itulah definisi bangsa yang modern.

Omi menyatakan, semangat bangsa modern inilah yang harus terus dirawat generasi muda saat ini. Cak Nur memberi tugas agar generasi muda di masa depan mampu mewujudkan masyarakat Indonesia yang berkeadilan, terbuka, dan demokratis.

“Cak Nur memberi tugas pada kita, yaitu untuk selalu mengingatkan kepada kalangan muda tentang komitmen nasional ini,” kata Omi.

Berikut Pidato Lengkap Nur Cholis Madjid bertajuk Menyelamatkan Komitmen Nasional:

Komitmen nasional bangsa kita sejak dari semula untuk mendirikan negara bangsa yang modern. Negara bangsa yang modern adalah negara bangsa yang berkeadilan, yang terbuka dan demokratis. Berkeadilan mengandung makna paham kesamaan antar manusia, tidak ada perbedaan antara warga negara berdasarkan alasan apapun juga.

Non diskriminasi adalah persyaratan bagi adanya keadilan. Oleh karena itu keadilan memerlukan sikap egalitarianisme yang memandang semua orang sama, semua potensinya sama dan harus dikembangkan sikap saling percaya antara para anggota masyarakat. Itu berarti bahwa masyarakat yang adil adalah masyarakat yang terbuka yang toleran yang tidak mengizinkan adanya pemaksaan suatu pendapat kepada kelompok yang lain.

Baca juga: Rektor Paramadina: Agama dan Pancasila Satu Tarikan Napas, Tidak Bisa Dibenturkan

Keterbukaan ini menjadi syarat dari adanya demokrasi, karena demokrasi adalah masyarakat yang terbuka yang intinya ialah kebebasan untuk menyatakan pendapat baik pada level pribadi maupun institusional.

Dengan kebebasan itu kita bisa mendorong produktifas yang lebih tinggi pada masyarakat karena adanya kebebasan mengambil inisiatif. Kita bersukur bahwa demokrasi dinegara kita sudah berhasil diletakkan dasar-dasarnya dan sekarang ini sudah mulai menunjukkan hasil-hasilnya atau kinerjanya.

Meskipun dengan sendirinya masih ada ekses-ekses yang tidak bisa dihindari. Masyarakat yang adil dan terbuka atau demokratis adalah masyarakat yang equalitarian dan karena itu juga mengandung makna kalau masyarakat itu toleran satu sama lain, mengandung semangat pluralisme bahwa kita mengakui adanya perbedaan diantara masyarakat, tapi perbedaan itu secara positif.

Perbedaan harus dijadikan modal untuk saling berlomba menuju kepada berbagai kebajikan. maka tidak perlu menghapuskan perbedaan, menghapuskan kebersamaan, tetapi perbedaan harus ditanggapi secara positif sebagai modal bersama dalam bermasyarakat.

Selanjutnya untuk masa depan kita menghadapi tantangan bagaimana menumbuhkan kesadaran berbeda tetapi tidak memaksakan diri sendiri kepada orang lain, ini adalah program jangka panjang maupun jangka pendek. Sebab dalam jangka pendek kita tidak boleh membiarkan diri kita terjerat oleh adanya aksi-aksi yang kurang toleran terhadap yang lain.

Baca juga: Pesantren Lembaga Pendidikan Terunggul Sebelum Belanda Jajah Indonesia

Sebaiknya dalam jangka panjang tentu kita menghendaki pertumbuhan demokrasi yang sehat dan itu adalah lanjutan dari faham toleransi dan kebebasan serta kemerdekaan berpikir. Kita optimis tentang masa depan ini karena generasi muda tumbuh dengan cukup sehat. Banyak generasi muda yang mulai serius didalam komitmennya kepada pembangunan bangsa terutama dikalangan pemuda yang terpelajar.

Oleh karena itu di kalangan para pemuda ini harus ditumbuhkan komitmen yang sama yaitu komitmen nasional harus selalu disadarkan bahwa mereka bertugas atau berkewajiban membangun bangsa sebagai negara bangsa yang modern yang berkeadilan yang terbuka dan demokratis.

(sof)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ
Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.
QS. Al-Isra':1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)