Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Ahad, 26 April 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Rektor Paramadina: Agama dan Pancasila Satu Tarikan Napas, Tidak Bisa Dibenturkan

fajar adhitya Senin, 18 Oktober 2021 - 14:32 WIB
Rektor Paramadina: Agama dan Pancasila Satu Tarikan Napas, Tidak Bisa Dibenturkan
Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J Rachbini (Dok Univertitas Paramadina)
LANGIT7.ID, Jakarta - Rektor Universitas Paramadina Prof Didik J Rachbini mengatakan, hubungan agama dengan Pancasila sudah sejalan. Didik menyarankan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) menggandeng universitas atau lembaga pendidikan tinggi agar sosialisasi nilai-nilai Pancasila tidak kontradiktif.

Didik menjelaskan, seperti satu tarikan napas, Pancasila sebagai ideologi negara tidak dapat dibenturkan dengan agama. Tema tentang Pancasila, negara dan agama di Universitas Paramadina sudah dimulai oleh Cak Nur sekitar empat dekade silam, yaitu dengan gagasan Keislaman dan Keindonesiaan.

“Jadi sudah tidak ada perkara lagi. Sudah selesai,” kata Didik saat memberi pengantar Dialog Kebangsaan bertajuk Pancasila dan Penyemaian Spirit Moderasi Beragama di Kalangan Pelajar dan Mahasiswa di Indonesia ini diselenggarakan Universitas Paramadina bekerjasama dengan Universitas Mahakarya Asia dan BPIP, Senin (18/10/2021).

Baca Juga: Ki Bagus Hadikusumo: Ulama Muhammadiyah Perumus Pembukaan UUD 1945

Cendekiawan Muslim, Nurcholish Madjid memandang Pancasila sebagai rumusan formal sudah tidak perlu lagi dipersoalkan. Kedudukan konstitusionalnya sebagai dasar kehidupan bernegara dan bermasyarakat dalam pluralitas Indonesia merupakan hal yang final.

“Nilai-nilai ini dimasukkan ke kampus sehingga mahasiswa mendapat materi yang sejuk tentang keindonesiaan dan telah melekat pada 4.000 mahasiswa,” imbuhnya.

Dalam pengantarnya, Didik mendorong agar BPIP intens menjalin kerjasama dengan universitas dan lembaga pendidikan tinggi lain dalam menanamkan nilai-nilai Pancasila ke masyarakat. Sehingga, pernyataan atau sikap yang kontroversial dapat dihindari.

“Sebagai contoh lomba BPIP (Hormat Bendera Menurut Islam) menurut saya banyak kontra, itu seperti mengajari santri dalam merespons Pancasila. Mestinya BPIP lebih mengedepankan dialog, bukan dalam konteks mengajari,” kata Didik.

Didi menjelaskan, proses beragama dan bernegara seharusnya menyatukan kebersamaan. Pancasila yang sudah terjaga rumusannya telah disepakati seiring sejalan dengan nilai-nilai agama.

“BPIP perlu belajar ke Paramadina itu sangat penting agar tidak mendominasi,” imbuhnya.

Senada, Wakil Ketua MPR RI, Ahmad Basarah yang juga menjadi pembicara kunci, mengatakan bahwa BPIP dalam mengarusutamakan Pancasila tidak bisa sendirian. BPIP harus bekerja sama dengan lembaga lain, terutama kalangan universitas.

Baca Juga: Sultan Hamid II, Zuriah Rasulullah SAW Perancang Garuda Pancasila

“Karena memang BPIP tidak punya cabang di daerah sehingga harus bermitra dengan universitas, termasuk bermitra dengan Paramadina adalah cara BPIP mengarusutamakan Pancasila dengan pendekatan dialogis. Dan kritik konstruktif dari Prof Didik harus jadi perhatian kita bersama,” katanya.

Basarah menyatakan, berdirinya Universitas Paramadina merupakan wujud keislaman dan keindonesiaan ala Cak Nur. Lembaga pendidikan yang menyebarkan nilai Islam rahmatan lil alamin di mana Islam dan kebangsaan menjadi satu tarikan napas.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Ahad 26 April 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:14
Maghrib
17:51
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)