Universitas Paramadina mengingatkan generasi muda pentingnya cerdas mengelola keuangan, bijak menggunakan pembiayaan, dan melindungi data pribadi di era digital.
Prof Didik J Rachbini mendorong NU kembali menguatkan modernisasi pesantren. Dari pendidikan hingga ekonomi, teknologi, pangan, dan SDM, pesantren dinilai harus menjadi motor perubahan Indonesia.
Universitas Paramadina dan Nagasaki Womens Junior College memperkuat persahabatan IndonesiaJepang. Kisah penyintas bom atom Nagasaki turut menjadi sorotan.
Kasus PMB jalur mandiri Unsoed memicu sorotan tajam! Sistem penerimaan mahasiswa baru PTN dinilai rawan manipulasi, pungutan, dan penyelewengan. Perlukah jalur mandiri dihentikan?
Ekonomi Indonesia menghadapi ujian besar: kelas menengah menyusut, tabungan tergerus, dan ketimpangan melebar. Prof Didik J Rachbini mengungkap jalan menuju pertumbuhan 6-7%.
Perempuan Indonesia sudah benar-benar merdeka? Akademisi Paramadina bongkar ketimpangan, minimnya posisi strategis, politik, ekonomi hingga diplomasi perempuan.
Reformasi pendidikan tinggi dinilai menjadi kunci menuju Indonesia Emas 2045. Handi Risza mengusulkan Dana Abadi untuk PTS, reformasi pembiayaan, serta penguatan inovasi agar perguruan tinggi mampu meningkatkan daya saing bangsa.
Deretan kampus di Jakarta ini tak hanya mencetak lulusan, tetapi juga berperan besar membentuk arah kebijakan publik Indonesia. Simak 10 perguruan tinggi yang dinilai paling berpengaruh melalui riset, kajian, dan rekomendasi strategis.
Indonesia turun ke peringkat keempat GIEI 2025/2026 meski ekonomi halal global terus tumbuh. Paramadina dan CSED INDEF dorong penguatan ekosistem nasional.
Ekonom Paramadina menyoroti Pasal 50A UU P2SK yang dinilai berisiko merusak reputasi Indonesia, memicu krisis kepercayaan investor, dan membuka celah dana ilegal.
Universitas Paramadina menggelar diskusi publik tentang relevansi pemikiran Cak Nur dan Gus Dur dalam demokrasi Indonesia. Akademisi menyoroti keadilan sosial, etika politik, hingga tantangan oligarki di era modern.
Ekonom Paramadina Wijayanto Samirin menilai PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebaiknya berfungsi sebagai lembaga pengawas ekspor SDA, bukan eksportir tunggal. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan penerimaan negara tanpa mengganggu iklim investasi dan daya saing ekspor Indonesia.
Ekonom Universitas Paramadina menilai pertumbuhan ekonomi RI 5,61 persen menyimpan banyak tekanan, dari rupiah melemah, utang membengkak, hingga kelas menengah yang makin tertekan.