Ekonom Paramadina menyoroti Pasal 50A UU P2SK yang dinilai berisiko merusak reputasi Indonesia, memicu krisis kepercayaan investor, dan membuka celah dana ilegal.
Universitas Paramadina menggelar diskusi publik tentang relevansi pemikiran Cak Nur dan Gus Dur dalam demokrasi Indonesia. Akademisi menyoroti keadilan sosial, etika politik, hingga tantangan oligarki di era modern.
Ekonom Paramadina Wijayanto Samirin menilai PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI) sebaiknya berfungsi sebagai lembaga pengawas ekspor SDA, bukan eksportir tunggal. Langkah ini dinilai mampu meningkatkan penerimaan negara tanpa mengganggu iklim investasi dan daya saing ekspor Indonesia.
Ekonom Universitas Paramadina menilai pertumbuhan ekonomi RI 5,61 persen menyimpan banyak tekanan, dari rupiah melemah, utang membengkak, hingga kelas menengah yang makin tertekan.
Pemikiran Didik J. Rachbini soal rencana penutupan prodi. Pendidikan dinilai tak boleh tunduk pada pasar, karena menyangkut masa depan dan peradaban bangsa.
Seminar Paramadina bahas windfall tax sebagai solusi fiskal Indonesia di tengah gejolak harga komoditas. Kontribusi minerba kini capai 51% PNBP SDA, gantikan dominasi migas yang terus menyusut.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu ungkap dunia masuk era Economics of War. Ketidakpastian global dan lonjakan harga komoditas dorong kebijakan baru seperti windfall tax.
Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu dorong windfall tax saat harga komoditas melonjak. Potensi tambahan penerimaan negara capai Rp300 triliun untuk tekan subsidi BBM dan defisit APBN.
Universitas Paramadina meresmikan Galeri Investasi Syariah BEI sebagai langkah mendorong literasi dan inklusi keuangan syariah bagi mahasiswa dan generasi muda.
Indonesia menjadi bukti kuat bahwa Islam selaras dengan demokrasi. Agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad SAW ini dinilai kompatibel dengan sistem tersebut.
Pelemahan KPK juga berdampak pada memburuknya kualitas demokrasi. Ketika kegiatan antikorupsi diperjuangkan KPK semakin menurun, maka dampak yang dihasilkan semakin besar terhadap nilai demokrasi.
Ahmad menjelaskan, bahwa kini kondisi telah berbalik 180 derajat. Jika dulu Israel meruapakan ancaman terbesar di negara-negara Timur Tengah, namun kini Iran yang dianggap sebagai ancaman terbesar.