Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Jum'at, 06 Maret 2026
home global news detail berita

Asta Cita dan Ancaman Terhadap Ideologi Ekonomi Pancasila

tim langit 7 Selasa, 24 Februari 2026 - 11:33 WIB
Asta Cita dan Ancaman Terhadap Ideologi Ekonomi Pancasila

Oleh: Anwar Abbas

LANGIT7.ID-Memperkuat ideologi Pancasila merupakan salah satu poin krusial dalam Asta Cita yang digariskan oleh Presiden Prabowo Subianto. Sebagai bangsa yang menjunjung tinggi nilai-nilai luhur, penegakan Pancasila tidak boleh hanya berhenti pada retorika politik, melainkan harus meresap ke dalam jantung sistem ekonomi nasional. Namun, realitas hari ini menunjukkan tantangan yang sangat mengkhawatirkan: falsafah ekonomi bangsa sedang berada dalam kepungan ideologi asing.

Kegagalan Sekularisme: Sosialisme vs Kapitalisme

Dunia saat ini didominasi oleh dua kutub besar: Sistem Ekonomi Sosialisme (SES) yang menyerahkan segalanya kepada negara, dan Sistem Ekonomi Liberalisme Kapitalisme (SELK) yang mendewakan mekanisme pasar.

Kedua sistem ini lahir dari rahim sekularisme, bahkan ateisme, yang memisahkan urusan duniawi dari nilai agama. Pandangan ini jelas bertentangan dengan jati diri Indonesia. Sebagai bangsa yang berlandaskan Ketuhanan Yang Maha Esa, Indonesia tidak memberikan ruang bagi pemisahan antara aktivitas ekonomi dengan nilai-nilai ketuhanan.

Ekonomi Pancasila: Antara Amanat dan Realitas

Sistem ekonomi yang diamanatkan oleh konstitusi bukanlah kapitalisme yang eksploitatif, bukan pula sosialisme yang kaku. Tokoh-tokoh besar bangsa telah memberikan penegasan:

  • Bung Hatta menyebutnya sebagai Sosialisme versi Indonesia.

  • Sri Edi Swasono menamakannya Sosialisme Religius.

  • Mubyarto mempopulerkannya sebagai Sistem Ekonomi Pancasila.


Esensi dari sistem ini tertuang jelas dalam Pasal 33 dan 34 UUD 1945. Prinsip kekeluargaan, penguasaan sumber daya alam oleh negara untuk kemakmuran rakyat, serta tanggung jawab negara terhadap fakir miskin dan anak terlantar adalah pilar utama ekonomi kita.

Ironi Ekonomi Nasional Hari Ini

Sayangnya, jika kita berani jujur melihat realitas lapangan, wajah ekonomi Indonesia saat ini justru lebih kental diwarnai oleh corak liberalisme kapitalisme. Praktik ekonomi yang terjadi saat ini seringkali mengabaikan prinsip kebersamaan dan justru mencederai falsafah bangsa.

Ketika pasar bebas menggilas ekonomi rakyat kecil dan jurang ketimpangan semakin lebar, saat itulah identitas serta jati diri kita sebagai bangsa Indonesia sedang terancam. Ideologi kita sedang diracuni oleh nilai-nilai yang tidak mengenal Tuhan dalam transaksinya.

Menunggu Ketegasan Prabowo dan Persatuan Nasional

Menjaga falsafah dan ideologi bangsa di bidang ekonomi adalah tugas berat yang kini berada di pundak Presiden Prabowo. Tentu disadari bahwa rintangan dan kendala yang dihadapi sangatlah besar, terutama dari desakan global dan kepentingan oligarki.

Namun, di sinilah letak urgensi bagi seluruh elemen bangsa untuk bersatu. Memperjuangkan Sistem Ekonomi Pancasila bukan sekadar pilihan kebijakan, melainkan kewajiban konstitusional demi mewujudkan Zaman Keemasan Indonesia. Tanpa keberanian untuk kembali ke rel ekonomi yang berketuhanan, cita-cita kemakmuran yang berkeadilan hanya akan menjadi angan-angan yang terus menjauh. (Pengamat Sosial Ekonomi dan Keagamaan)



(lam)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Jum'at 06 Maret 2026
Imsak
04:33
Shubuh
04:43
Dhuhur
12:07
Ashar
15:08
Maghrib
18:13
Isya
19:22
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ
Katakanlah (Muhammad), “Dialah Allah, Yang Maha Esa.
QS. Al-Ikhlas:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)