LANGIT7.ID-Jakarta; Transformasi digital dan penguatan manajemen risiko menjadi fokus utama PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55. Melalui tema “Grow Within, Perform Beyond”, perusahaan menegaskan arah strategis untuk memperkuat fondasi internal sekaligus mendorong kinerja yang lebih tinggi di tengah dinamika industri keuangan.
Langkah konkret tersebut ditandai dengan peluncuran sistem Sentralisasi FINTRACS dan ASK-SCORING. Kedua inovasi ini dirancang untuk meningkatkan efektivitas proses bisnis, mempercepat pengambilan keputusan, serta memperkuat kualitas layanan berbasis data. Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, menyebut peringatan ini bukan sekadar seremoni, melainkan titik penting untuk mempertegas kontribusi perusahaan dalam pembiayaan nasional.
“Peringatan HUT ini bukan sekadar seremoni, tetapi momentum refleksi atas peran kami dalam mendorong inklusi keuangan. Askrindo berkomitmen untuk terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha, khususnya UMKM sebagai tulang punggung perekonomian nasional,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (7/4/2026).
Selama lebih dari lima dekade sejak berdiri pada 6 April 1971, Askrindo mencatat kontribusi besar dalam penjaminan pembiayaan. Sepanjang periode 2007 hingga 2025, perusahaan telah menjamin Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp1.125,9 triliun kepada 36,3 juta debitur UMKM. Penjaminan tersebut turut mendorong penyerapan tenaga kerja hingga 62,7 juta orang.
Khusus pada 2025, nilai penjaminan KUR mencapai Rp114 triliun dengan jumlah debitur sebanyak 2 juta UMKM. Dampaknya terlihat pada penyerapan 3,7 juta tenaga kerja di Indonesia. Capaian ini turut memperkuat posisi Askrindo dalam mendukung sektor produktif.
Dari sisi kinerja, perusahaan membukukan hasil underwriting netto sebesar Rp1,28 triliun (unaudited) serta premi bruto Rp4,44 triliun (unaudited). Menurut Fankar, angka tersebut mencerminkan penguatan fundamental bisnis yang berjalan seiring strategi portofolio dan pengelolaan risiko.
“Kami melihat bahwa strategi penguatan portofolio dan manajemen risiko berjalan efektif. Ke depan, kami akan terus menjaga pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan, sekaligus memperluas kontribusi terhadap pembiayaan produktif, khususnya bagi UMKM,” tambah Fankar.
Implementasi FINTRACS menjadi salah satu pilar penting dalam transformasi digital. Sistem ini mengintegrasikan seluruh proses transaksi keuangan, mulai dari penerimaan hingga pengeluaran kas, dalam satu platform. Direktur Keuangan Askrindo, Leonardo Henry Gavaza, menjelaskan bahwa sistem ini juga dilengkapi pencatatan jurnal otomatis dan monitoring transaksi secara real-time.
“Melalui FINTRACS, seluruh proses penerimaan dan pengeluaran kas kini terintegrasi dalam satu platform, dilengkapi dengan pencatatan jurnal otomatis dan proses settlement yang lebih sistematis. Sistem ini juga memungkinkan monitoring transaksi secara real-time, sehingga meningkatkan transparansi dan kontrol,” jelas Direktur Keuangan Askrindo, Leonardo Henry Gavaza.
Selain itu, ASK-SCORING diperkenalkan untuk meningkatkan kualitas proses underwriting. Sistem ini menggunakan pendekatan rule-based scoring yang membuat analisis risiko menjadi lebih cepat, objektif, dan terstandarisasi.
“Melalui ASK-SCORING, proses underwriting kini dilakukan berbasis rule-based scoring system yang memungkinkan analisis risiko berjalan lebih cepat, objektif, dan terstandarisasi. Sistem ini juga terintegrasi dengan core system perusahaan, sehingga menghilangkan duplikasi proses dan meningkatkan efisiensi,” ungkap Leonardo.
Di sisi lain, perayaan HUT ke-55 juga diisi dengan program tanggung jawab sosial. Askrindo menyalurkan bantuan pendidikan kepada 158 anak pegawai alih daya non-admin serta 15 pegawai alih daya non-admin sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Fankar menegaskan bahwa komitmen perusahaan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga pada penciptaan nilai sosial yang berkelanjutan bagi seluruh pemangku kepentingan.
“Dengan semangat kebersamaan, dedikasi, dan inovasi, kami yakin Askrindo akan terus melangkah lebih kuat. Bersama seluruh insan perusahaan, kami ingin membangun masa depan yang lebih baik bagi perusahaan, pelanggan, dan masyarakat luas,” ujarnya.
Melalui rangkaian transformasi tersebut, Askrindo menegaskan perannya sebagai mitra strategis dalam ekosistem pembiayaan nasional. Perusahaan optimistis penguatan digitalisasi dan manajemen risiko akan memperluas akses pembiayaan, khususnya bagi UMKM, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Ke depan, kami ingin memastikan setiap langkah transformasi tidak hanya meningkatkan kinerja perusahaan, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi perekonomian. Askrindo akan terus memperkuat perannya sebagai enabler pembiayaan produktif, khususnya bagi UMKM, agar dapat tumbuh lebih cepat, sehat, dan berdaya saing,” tutup Fankar.
(lam)