LANGIT7.ID, Jakarta - Cendikiawan,
Yudi Latif menilai, orang-orang baik harus menjadi teladan di ruang publik. Kehidupan mereka perlu dikisahkan, sehingga menjadi inspirasi.
Dia mengatakan, Republik ini bukan berarti tidak ada teladan sama sekali. Inilah yang menginspirasinya menulis buku berjudul 'Mata Air Keteladanan, Pancasila dalam Perbuatan'.
"Saya sering berpikir, apakah keteladanan itu mesti hadir sekarang bersama kita. Lalu bagaimana dengan Nabi Muhammad SAW, Siddharta Gautama, Yesus Kristus, sudah tidak ada ratusan tahun lamanya," kata Yudi Latif dalam potongan videonya di Instagram
@yudi.latif dikutip Rabu (11/5/2022).
Suri teladan mereka masih bergema dan hidup bagi para pengikutnya. Hal ini karena kisah mereka diceritakan terus di antara para pengikutnya.
Baca Juga: Ustaz Jeje Zaenudin: Cintai Ulama dengan Teladani Akhlaknya"Republik ini juga punya "Nabi-Nabi", orang-orang yang menjalankan kearifan kewargaan. Tapi gagal dikisahkan di ruang publik," ujarnya.
Orang-orang baik di berbagai bidang ini mesti dipromosikan di ruang publik. Keteladanan terpuji mereka bergerak dalam sunyi dan sepi perhatian, berbeda halnya dengan praktik skandal dan sensasional.
"Jika kita menghendaki tumbuhnya keteladanan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, kita harus memberi insentif bagi praktik-praktik terpuji dan orang-orang berprestasi dengan mengarusutamakan kisah-kisah kepahlawanan dan keteladanan mereka," katanya.
(bal)