Langit7.id - Dakwah, Al-Quran, Berita Terkini dan Tafsir
Dapatkan Update berita LANGIT7.ID
melalui notifikasi browser Anda.
kalender Senin, 01 Juni 2026
home edukasi & pesantren detail berita

Banyak Remaja di Indonesia Tak Lanjut Kuliah, Ini Penyebabnya

Muhajirin Kamis, 02 Februari 2023 - 13:45 WIB
Banyak Remaja di Indonesia Tak Lanjut Kuliah, Ini Penyebabnya
Ilustrasi (foto: langit7.id/istock)
LANGIT7.ID, Jakarta - Anggota Komisi X DPR RI, Djohar Arifin Husin, merasa prihatin besarnya angka remaja yang tidak melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi dan jadi perhatian.

Menurut mantan ketua umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) ini, pemerintah dan DPR harus menyediakan pilihan dan jaminan pendidikan yang bagi anak bangsa.

Djohar membeberkan, remaja dalam rentan umur 18-20 tahun di Indonesia mencapai 29 juta orang. Akan tetapi, hanya sembilan juta yang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Artinya, ada 21 juta remaja yang tidak mengenyam pendidikan setelah lulus SMA.

Baca Juga: Pendaftaran Bantuan Inkubasi Bisnis Pesantren Dibuka Februari 2023

“Itu menjadi keprihatinan kita untuk memikirkan bagaimana masa depan mereka bisa lebih baik dari kita,” kata Djohar dalam Rapat Dengan Pendapat Umum Panja Perguruan Tinggi Komisi X DPR RI dengan Kelompok/Komunitas Mahasiswa Berprestasi di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (1/2/2023).

Menurut Djohar, salah satu sebab keengganan remaja melanjutkan kuliah adalah rendahnya pendidikan karakter. Padahal, salah satu kunci keberhasilan dalam dunia pendidikan di dunia adalah memasukkan pendidikan karakter di sekolah. Djohar mencontohkan perbandingan pola dan suasana pendidikan di luar negeri dengan Indonesia. Dia menilai ada perbedaan yang sangat jauh dan harus segera dibenahi.

“Anda bisa lihat di Barcelona, bagaimana kehidupan mereka dan juga di Malaysia. Masyarakat di sana terlihat berlainan dengan kondisi kita di Indonesia. Ini sungguh sangat berbeda,” kata Djohar.

Baca Juga: Relasi Negara dan Agama Menurut Perspektif Islam

Dia menegaskan, keberhasilan negara-negara yang memiliki riwayat pendidikan terbaik tak lepas dari pendidikan karakter. Pendidikan karakter menjadi salah satu tujuan utama yang diterapkan di dalam sekolah.

“Mengapa Malaysia bisa seperti itu? Karena pendidikan karakter ini mereka utamakan. Pendidikan karakter ini mereka utamakan dari mulai sekolah rendah. SR setingkat dengan Sekolah Dasar (SD) di Indonesia. Itu sudah dimulai bagaimana disiplin-disiplinnya," kata Djohar.

Djohar menukil sebuah penelitian yang menyebut mata pelajaran anak kelas 4 SD di Indonesia sama dengan kelas 6 SD di Jepang. Hal itu tentu terlalu berat, padahal pendidikan karakter harus diutamakan saat anak-anak berusia SD.

Baca Juga: Peradaban Islam Utamakan Pembangunan Berbasis Wahyu dan Ilmu

“Di Jepang kelas 6, tapi mereka mendahulukan pendidikan karakter. Coba nanti pergi ke Jepang, ketemu anak-anak TK berkumpul kemudian pura-pura tidak sengaja buang tisu . Pasti ada anak TK itu yang mengambilnya, membuang ke tempat sampah. Orang Indonesia dari mobil mewah, keluar kulit kacang, bungkus rokok, karena tidak pernah dipelajari,” pungkas Djohar.

(jqf)
  • Bagikan Artikel Ini :
TOPIK TERKAIT
BERITA TERKAIT
jadwal-sholat
Jadwal Sholat
JAKARTA, Senin 01 Juni 2026
Imsak
04:26
Shubuh
04:36
Dhuhur
11:54
Ashar
15:15
Maghrib
17:47
Isya
19:01
Lihat Selengkapnya
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
سَبَّحَ لِلّٰهِ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْحَكِيْمُ
Apa yang di langit dan di bumi bertasbih kepada Allah. Dialah Yang Mahaperkasa, Mahabijaksana.
QS. Al-Hadid:1 Langit 7 Cahaya Menuju Kebaikan
right-4 (Desktop - langit7.id)