LANGIT7.ID, Cibodas - Rumah Kaca Konservatori di Kebun Raya Cibodas, Cianjur untuk kali pertama dibuka untuk umum. Pembukaan bagi masyarakat umum ini masih dalam tahap uji coba.
Pengelola Kebun Raya Cobodas, Teguh Wahyu Pramana menjelaskan sejak awal didirikan rumah kaca itu belum pernah dibuka untuk masyarakat umum. Pasalnya, rumah kaca tidak pernah terisi tanaman dan banyak kendala lainnya yang terjadi.
"Namun pada libur lebaran dan libur sekolah kemarin rumah kaca ini dibuka pada Mei hingga Juli 2022," kata Teguh Rabu (20/7/2022).
Baca juga: Liburan Ala Pedesaan di Desa Wisata Pandansari Batang Rumah kaca yang memiliki luas sekitar 942,3 meter terdapat sebuah taman tematik yang merupakan koleksi tanaman beriklimm tropis dan sedikit kering sesuai habitat aslinya agar mampu bertahan.
"Direkayasa agar memiliki suhu yang berbeda dengan Kawasan Cibodas yang terkenal sejuk. Di mana suhu di rumah kaca ini adalah tropis, sehingga berbeda dengan suhu Cibodas yang dingin," ungkapnya.
Teguh mengatakan, di dalam taman tematik ini terdapat beberapa petak, di mana setiap petaknya ada sekitar puluhan jenis tanaman dengan tematik berbeda menyesuaikan tematik edukasi yang dibangun," ujarnya.
"Pengunjung akan melihat koleksi Kaktus dan Sukulen saat masuk ke rumah kaca. Terdapat kurang lebih 27 jenis kaktus dan sukulen beriklim tropis yang menyambut di bagian awal rumah kaca," terang Teguh.
Di bagian lain setelah melewati Kaktus dan Sukulen, pengunjung akan masuk ke bagian inti rumah kaca yang baru selesai direvitalisasi. Di bagian tersebut terdapat beberapa petak yang setiap petak ialah tematik berbeda.
"Seperti Bromelia, Agave, Rhododnedron, Paku-pakuan, Ophiopogon, Kaktus, serta Bougenvil. Di tengah-tengah patak tersebut terdapat air mancur setinggi 2 meter sebagai penyeimbang suhu ruangan yang beriklim tropis," katanya.
Pengunjung dapat menikmati seluruh area terlebih di dalam rumah kaca dilengkapi dengan spot menarik yang instagrammable untuk berfoto, tanpa mengabaikan pesan edukasi di tiap tematik yang dapat dimengerti dengan mudah oleh pengunjung.
Baca juga: Desa Wisata Sumber Jatipohon, Negeri di Atas Awan Ala Grobogan "Pengisian tanaman dan konten edukasi di rumah kaca ini diinisiasi dari sebuah kesadaran bersama pengelola Kebun Raya Cibodas untuk menjalankan fungsi Konservasi Kebun Raya, lebih dari hanya fungsi wisata," terang Teguh.
Lebih lanjut, Teguh menceritakan pihaknya secara swadaya berinisiatif menggerakkan program "Saturday Project" secara gotong royong mengisi tanaman dan mengfungsikan Rumah Kaca Konservatori yang sebelumnya belum pernah dibuka.
(sof)