LANGIT7.ID, Jepara - Pondok Desa Tegalsambi di R01/RW I jalan Mantingan, Kecamatan Tahunan Kabupaten Jepara menjadi destinasi wisata kuliner alternatif yang cocok bagi keluarga. Pondok kuliner ini diresmikan oleh mantan Bupati Jepara, Dian Kristiandi pada 18 Mei 2022.
Lokasinya terletak di sebelah selatan Kota Jepara, kurang lebih 3,7 kilometer dari ibukota Kabupaten Jepara dan kurang lebih 7,4 kilometer dari Kecamatan Tahunan.
Di pondok kuliner tersebut menyediakan aneka sea food, termasuk aneka olahan ikan bakar dan ikan laut. Selain itu juga menyediakan aneka gorengan dengan cocolan saus. Selain menyuguhkan makanan yang lezat, pengunjung sekaligus bisa menikmati
panorama pantai. Sangat cocok menjadi lokasi makan siang bagi Sahabat Langit7.
Baca juga: Karang Potong Ocean View Tawarkan Spot Foto yang InstagramableDestinasi wisata kuliner yang dikelola oleh BUMdes ini juga menyediakan aneka wahana permainan bagi anak dan gratis buat pengunjung. Sebagai lokasi tempat refreshing yang murah, juga disediakan beberapa gazebo untuk bersantai bareng anggota keluarga.
Lokasi pondok tersebut mulanya adalah areal parkir, bagi pengunjung pantai Tegalsambi. Berkat ide dan kreatifitas dari warga setempat, saat ini telah disulap menjadi areal wisata kuliner yang semuanya dikelola oleh warga lokal. Jika malam hari, para pengunjung bisa menyaksikan lampu-lampu yang indah di bibir pantai.
“Hasil kreatif dari pak kades dan warganya membangun pondok wisata dan keren,“ kata Penjabat Bupati Jepara, Edy Supriyanta, dalam kunjungannya baru-baru ini.
Selain kuliner, pondok wisata Tegalsabi ini juga menawarkan produk ekonomi kreatif seperti kerajinan kayu, dan kearifan lokal. Salah satunya adalah perang obor, yang menjadi budaya warga setempat.
Desa Tegalsambi merupakan salah satu dari 26 desa wisata di Kota Ukir. Pada tahun 2021 menjadi juara lomba desa, dan diharapkan bisamenjadi inspirasi dari desa lainnya, untuk mengembangkan potensi yang ada di desanya masing-masing.
Petinggi Desa Tegalsambi Agus Santoso mengatakan, pembangunan pondok wisata tersebut memanfaatkan tanah kas desa seluas 1.900 meter persegi.
Baca juga: Desa Wisata Sumber Jatipohon, Negeri di Atas Awan Ala Grobogan Pembangunannya dirintis sejak Juni 2021 dan telah menelan anggaran Rp724 juta dari berbagai sumber. Disamping itu, ada pula bantuan dari Unisnu Jepara berupa bambu penerangan hasil dari inovasi mahasiswa.
“Dari dana desa tahun 2021 tahap kedua Rp160 juta.Bantuan dari Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata Provinsi Jawa Tengah Rp100 juta dan dari sebagian hadiah lomba desa Rp464 juta,” ucapnya.
(sof)