LANGIT7.ID, Jayawijaya - Cahaya Islam semakin bersinar di ujung timur Indonesia, salah satunya di Kabupaten Jayawijaya, Papua. Kabupaten yang beribukota di Wamena ini merupakan lembah dataran tinggi dengan ketinggian rata-rata 1.200-2.000 MDPL.
Banyak kampung muslim di Jayawijaya. Kampung muslim terdekat dapat dijangkau dalam waktu lebih kurang 15 menit dari kota. Kampung muslim terjauh dapat dijangkau dalam waktu lebih kurang 45 menit dari kota.
Salah satu penggerak utama dakwah Islam lewat program sosial di Jayawijaya adalah Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI), organisasi sosial kesehatan yang menaungi tenaga medis dan relawan muslim.
Relawan BSMI Jayawijaya, Eka Putra Setiawan, menceritakan, masyarakat Jayawijaya sangat antusias menerima dakwah Islam. Beberapa kegiatan yang diadakan BSMI mendapat respon sangat positif dan diikuti peserta sangat banyak.
Baca Juga: Menengok Kampung Muslim di Papua, Semua Wanita Terbiasa Kenakan Jilbab
“Bahkan, pada hari-hari besar islam, seperti pada ramadhan, Idul Fitri, Idul Adha, masyarakat bergotong memeriahkan hari-hari tersebut dengan melakukan upacara adat berupa bakar batu yang juga dihadiri oleh saudara-saudara non muslim dari beberapa kampung di sekitarnya,” kata Eka kepada LANGIT7.ID, Jumat (29/7/2022).
ASN di Badan Pusat Statistik Kabupaten Jayawijaya itu mengungkapkan, perkembangan dakwah di Kabupaten Jayawijaya dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini mengalami peningkatan yang cukup pesat.
“Muslim lokal Papua di kabupaten Jayawijaya tersebar di lebih kurang 11 kampung yang terletak di 5 Distrik (kecamatan),” ucap Eka.
Tak Hanya Dakwah di Masjid, BSMI Juga Berdayakan Ekonomi UmatEka mengungkapkan, salah satu strategi yang digunakan para dai adalah bantuan sosial. BSMI memiliki program rutin mingguan, bulanan dan tahunan di wilayah tersebut.
Program rutin mingguan terdiri dari program Jumat berkah yaitu sedekah Jumat. Program ini diadakan di 4 kampung muslim lokal yakni kampung Hitigima, Yapema, Holima, dan Walesi.
Baca Juga: Adian Husaini: Pengiriman Dai ke Pedalaman Merupakan Langkah StrategisProgram rutin bulanan terdiri dari program sembako untuk anak-anak yang mengaji di kampung Yapema. Program tersebut menyediakan bahan makanan dan minuman untuk anak-anak mengaji yang tinggal dan menginap di seputaran Masjid di Kampung Yapema.
![Geliat Dakwah Sosial di Jayawijaya, Kampung Muslim Papua Terus Bertambah]()
Program tahunan terdiri dari program berkah Ramadhan. Program ini berupa penyaluran sembako ramadhan dan pakaian muslim. Ada juga berkah Idul Fitri berupa penyaluran sembako Idul Fitri dan kue lebaran.
Ada pula program berkah Idul adha, yaitu penyaluran hewan qurban yang dipotong, dimasak, dihidangkan dalam bentuk masakan Nusantara. Hasil olahan itu lalu disantap bersama masyarakat muslim lokal Papua di kampung-kampung di Jayawijaya.
Selain program rutin mingguan hingga tahunan, BSMI Jayawijaya juga memiliki program peternakan untuk umat. Program ini berupa pemberian bibit ternak kepada masyarakat.
“Saat ini kami memiliki lebih kurang 5 ekor sapi yang tersebar di 2 kampung yaitu di kampung Walesi Atas 2 ekor dan di kampung Holima 3 ekor,” kata Eka.
Baca Juga: Masjid Raya Baiturrahim Ikon Umat Islam di Bumi Cendrawasih
Program Kesehatan untuk Muslim PapuaTak sampai di situ, tenaga kesehatan BSMI Jayawijaya juga melayani pemeriksaan kesehatan pasien berdasarkan panggilan masyarakat. Apabila diperlukan penanganan lebih lanjut, relawan BSMI mengantarkannya ke fasilitas kesehatan terdekat, sampai ke faskes tingkat atas seperti RSUD.
![Geliat Dakwah Sosial di Jayawijaya, Kampung Muslim Papua Terus Bertambah]()
“Selama pasien di RSUD, kami selalu memantau perkembangan kesehatannya dan mensupport keluarga yang menjaga pasien dengan menyediakan paket makanan dan minuman,” ujar Eka.
Ke depan, BSMI Jayawijaya juga memiliki program khitanan massal. Ada pula khitanan online, berdasarkan panggilan ummat dengan tarif seikhlasnya. Ada juga
mobile clinic atau pemeriksaan kesehatan massal yang dilakukan di kampung-kampung muslim lokal Papua di Kabupaten Jayawijaya.
Program
mobile clinic itu disertai pemberian vitamin, gizi, dan makanan tambahan. Mobile clinic ini rencananya akan dilaksanakan setiap bulan. Selama ini program sudah beberapa kali dilakukan, namun belum dilakukan secara rutin.
![Geliat Dakwah Sosial di Jayawijaya, Kampung Muslim Papua Terus Bertambah]()
“Kami juga mendukung usaha-usaha masyarakat di bidang pertanian dan pariwisata dengan pemberian bibit, dan penyediaan beberapa kebutuhan modal dasar,” tutur Eka.
Baca Juga: Tasyakuran Milad, BSMI Luncurkan Jurnal Ilmiah KemanusiaanDari sisi kenyamanan beribadah, BSMI juga memiliki program khusus. Di antaranya program penyediaan fasilitas dasar rumah ibadah yang layak seperti memberikan bantuan karpet, penyediaan fasilitas air bersih, dan pengecatan masjid.
“Masyarakat muslim lokal Papua di kabupaten Jayawijaya membutuhkan bimbingan yang intensif untuk dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai keislaman secara kaffah,” ungkap Eka.
(jqf)