LANGIT7.ID, Jakarta - Forum Pengurangan Resiko Bencana (FPRB) DKI Jakarta hadir sebagai bentuk keseriusan sejumlah lembaga-lembaga kemanusiaan dan
penanggulangan bencana di ibu kota. Presidium FPRB
DKI Jakarta untuk pertama kalinya dibentuk.
Lima anggota presidium terpilih merupakan perwakilan dari sejumlah lembaga kemanusiaan yang ada di Indonesia. Mereka adalah Ahmad Lukman (Dompet Dhuafa), Prof. Achmad Syahid (Lembaga Penanggulangan Bencana MUI Pusat), Angger Sutawijaya (Palang Merah Indonesia DKI Jakarta), Siti Mahwati (Lembaga Penanggulangan Bencana NU) serta Yarqoni Rodi (Squad).
Baca Juga: Percepat Penanganan Bencana, MUI Bentuk LBP di Setiap ProvinsiHumas LPB MUI, Lukman Azis Kurniawan mengatakan FPRB DKI sudah dinantikan keberadaannya oleh lembaga-lembaga kemanusiaan di Jakarta. "Kami berharap keberadaan forum ini mampu mengantisipasi dampak negatif yang mungkin timbul saat bencana datang di ibukota," kata Lukman yang juga direktur eksekutif Lembaga Kemanusiaan Indonesia Care, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/7/2022).
Salah satu presidium FPRB DKI, Achmad Syahid berharap sinergi lintas lembaga kemanusiaan yang dibangun bisa memperkuat penanganan risiko bencana di Ibu kota. Di antaranya potensi kebakaran, banjir hingga gempa.
Baca Juga: Filantropi Jadikan Indonesia sebagai Negara Paling Dermawan"Masyarakat perlu diedukasi terkait apa dan bagaimana untuk bertindak apabila bencana datang. Sosialisasi pencegahan dan penanganan bencana akan diintensifkan baik melalui tatap muka dengan kelompok-kelompok masyarakat, kegiatan FGD, media mainstream, sosial media dan berbagai sarana komunikasi lainnya yang dapat dimanfaatkan sebagai alat edukasi," ucapnya.
Selain itu, Guru Besar Psikologi
UIN Syarif Hidayatullah Jakarta tersebut berharap kehadiran FPRB DKI Jakarta menjadi jembatan komunikasi antara pemangku kepentingan penanganan bencana dengan masyarakat guna meminimalisir jatuhnya korban bencana atau yang terdampak.
Baca Juga:
Baznas Terjunkan Tim Kemanusiaan untuk Banjir Bandang Bogor
Bentuk Relawan Siaga Bencana, 17 Orang Ini Dilatih Evakuasi Kecelakaan Laut(asf)