LANGIT7.ID–Jakarta; Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menegaskan komitmennya untuk menjadikan Jakarta sebagai kota global yang dinamis, inklusif, dan berdaya saing tinggi. Dalam forum Jakarta Investment Festival (JIF) Summit 2025, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan visi besar transformasi ibu kota lama Indonesia menuju pusat investasi dunia.
“Kami memiliki visi yang jelas untuk membawa Jakarta masuk dalam jajaran 50 besar Kota Global pada tahun 2030 dan 20 besar dunia pada 2045,” ungkap Gubernur Pramono dalam keterangannya, Jumat (10/10/2025).
Tema JIF 2025, “Invest SMART for a Global Start”, mencerminkan arah baru Jakarta sebagai destinasi investasi berkelanjutan. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta kini fokus pada pembangunan infrastruktur dasar dan transportasi publik seperti perluasan jalur MRT, LRT, serta integrasi layanan Transjakarta–Transjabodetabek.
Baca juga: Jakarta Jadi Motor Ekonomi Nasional, Menteri Rosan Dorong Investasi Hijau dan Lapangan Kerja Berkualitas“Ekspansi transportasi di Jakarta akan terus diupayakan untuk memudahkan mobilitas masyarakat sekaligus konektivitas antarwilayah, diharapkan dapat menciptakan berbagai peluang ekonomi,” jelas Gubernur Pramono.
Selain itu, Pemprov DKI menargetkan 100% cakupan air bersih pada 2029 dan menurunkan kebocoran air hingga 30% pada 2030. Dalam dua dekade mendatang, kebutuhan investasi di Jakarta diperkirakan mencapai lebih dari USD125 miliar.
Untuk mempercepat realisasi investasi, Jakarta meluncurkan gerbang investasi terintegrasi (investment gateway integrated) di 49 titik layanan yang memungkinkan investor melakukan konsultasi, pengajuan, dan pelacakan izin secara daring dalam satu pintu.
“Oleh karenanya, saya mengajak seluruh pihak untuk menjadi bagian dari perjalanan penting dalam sejarah Jakarta menuju Kota Global yang berdaya saing melalui investasi yang SMART — Sustainable, Mutual Collaboration, Adding Value, Research & Data-Based, Tech & Innovation Oriented,” tegas Gubernur Pramono.
Melalui kebijakan reformasi birokrasi dan keterbukaan investasi, Jakarta meneguhkan diri sebagai kota yang tak hanya menjadi pusat ekonomi nasional, tetapi juga magnet investasi global yang berbasis inovasi dan keberlanjutan.
(lam)