LANGIT7.ID - , Jakarta - Pekan olahraga
ASEAN Para Games 2022 sudah berlangsung sejak 30 Juli lalu bertempat di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah. Indonesia terpilih menjadi tuan rumah pesta olahraga difabel se-Asia Tenggara yang ke-11 menggantikan
Vietnam yang memutuskan mundur.
Tercatat ada 200 atlet Indonesia yang mengikuti laga ini. Salah satunya Kholidin,
atlet para panahan yang berasal dari DKI Jakarta.
Atlet para panahan ini berhasil meraih tiga medali (emas, perak, dan perunggu) di ASEAN Para Games 2022. Ini adalah hasil keikutsertaannya dalam tiga nomor berbeda yaitu tunggal putra,
ganda campuran dan
ganda putra.Baca juga: Menpora Minta Atlet Para Panahan Indonesia Tak Terbebani Target EmasBerbeda dengan atlet para panahan lainnya yang memiliki dua tangan, Kholidin hanya memiliki satu lengan saja.
Kholidin beraksi dengan menarik senar busur panah menggunakan gigi samping kanannya. Sementara tangan kirinya memegang dan menyeimbangkan busur panah.
Bang Udin sapaan akrabnya kehilangan lengan kanannya pada tahun 2017 akibat terjatuh dari pohon kelapa setinggi 9 meter yang kemudian membawa perubahan dalam hidupnya.
Luka parah akibat terjatuh dari pohon tersebut mengakibatkan lengannya harus
diamputasi. Tiga hari berselang setelah itu terbersit ide untuk melanjutkan hobinya, memanah. Kali itu dia pun mencoba menarik busur panah dengan gigi.
Kholidin pun mengaku tetap optimis dengan ketentuan Sang Khalik. Bahkan, bila orang melihat hal yang terjadi pada dirinya sebagai musibah, sebaliknya ia menganggap sebagai ujian untuk melatih kesabaran.
"Alhamdulillah, saya tetap optimis karena apapun yang Allah kasih ke saya, ini saya anggap sebagai ujian melatih kesabaran. Itu semua adalah rencana Allah. Dan ini buktinya, saya bisa mencapai prestasi ini," kata Bang Udin seperti dikutip dari Antaranews, Kamis (4/8/2022).
Baca juga: Indonesia Bidik Juara Umum ASEAN Para Games 2022, Target Minimal 104 EmasSaat-saat awal memulai kehidupan sebagai atlet panahan penyandang
disabilitas, ia banyak mengalami kesulitan seperti bibir berdarah akibat menarik busur dengan gigi. Kondisi ini pun membuat Bang Udin sulit mengunyah makanan selama tiga hari.
Meskipun sulit, namun hal tersebut tidak membuatnya patah semangat. Hal tersebut dibuktikan dengan segudang prestasi yang diraihnya sebagai atlet disabilitas panahan. Bahkan melebihi dari sebelum ia mengalami kecelakaan yang menyebabkan tangannya hilang.
Karir Bang Udin pun semakin bersinar, sehingga ia terpilih untuk mewakili DKI Jakarta di Pekan paralimpiade nasional atau
Peparnas Papua 2021 dan merebut satu medali emas.
Kemampuannya mengimbangi pemanah normal membuat tim pelatih Indonesia berani memasang target medali emas baginya pada nomor beregu putra resurve klasifikasi berdiri, berpasangan dengan Wawan Setiawan. Dan prestasi lainnya.
Dari segudang prestasi yang dimiliki, ternyata ada fakta menarik dari Bang Udin, bahwa dirinya pernah berjualan
bubur ayam di kawasan Sarinah, Jakarta Pusat menggunakan gerobak.
Baca juga: Tim Para-Bulu Tangkis Indonesia Targetkan 6 Emas di Asean Para GamesKisah ini terkuak dari cerita pelanggan Bubur Bang Udin, Cisca Becker melalui akun Twitter @ciscabecker.
"Dulu waktu kerja di Sarinah, tiap pagi makan bubur ayam Bang Udin, enak bgt. Suatu hari Bang Udin kecelakaan dan kehilangan 1 tangan, tapi Bang Udin tetap ceria dan semangat. Sejak gak di Sarinah, gak ktemu lagi, tapi katanya udah gak jualan langsung, gerobaknya ada yg ngurusin," cuit Cisca dikutip, Kamis (4/8/2022).
"Ternyata Bang Udin jadi atlet para-archery, dan barusan dapat kabar kalo Bang Udin atau Kholidin adalah salah satu penyumbang medali emas buat Indonesia di ASEAN Para Games 2022.
So proud of you Bang Udin,
YOU ARE AN INSPIRATION! CONGRATSSSS," lanjut dia.
Baca juga: ASEAN Para Games 2022 Pertandingkan 14 Cabor, Ini Rinciannya(est)